<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411</id><updated>2012-02-16T00:03:25.118-08:00</updated><category term='hati'/><title type='text'>Mari Baca Mari Cerita</title><subtitle type='html'>--amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang akan terus mengalir walau seseorang telah mati adalah ilmu yang bermanfaat--</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-7282967758872826071</id><published>2012-01-19T18:32:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T18:36:38.774-08:00</updated><title type='text'>KALIMANTAN UNTUK PARU-PARU DUNIA</title><content type='html'>Menurut PPERPRES NO.3/2012: "45% LUAS KALIMANTAN UNTUK PARU-PARU DUNIA.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 5 Januari 2012 lalu, telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan. Dalam Perpres ini, pemerintah menegaskan bahwa untuk kelestarian kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan berfungsi lindung yang bervegetasi hutan tropis basah paling sedikt 45% dari luas Pulau Kalimantan sebagai paru-paru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya penataan Tata Ruang Pulau Kalimantan itu untuk mewujudkan kemandirian energi dan lumbung energi nasional untuk tenaga listrik; pusat pertambangan mineral, batubara, serta minyak dan gas bumi; pusat perkebunan kelapa sawit, karet dan hasil hutan secara berkelanjutan; kawasan beranda negara sebagai beranda depan dan pintu gerbang negara yang berbatasan dengan Malaysia; pusat pengembangan kawasan perkotaan nasional yang berbasis pada air; kawasan ekowisata berbasis hutan tropis dan wisata budaya Kalimantan; jaringan transportasi antarmoda; dan swasembada pangan dan lumbung pangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan rencana menyediakan 45% luas Pulau Kalimantan sebagai paru-paru dunia itu, Perpres No. 3 Tahun 2012 mengatur tentang kebijakan yang akan dilakukan pemerintah, yang meliputi: a. Pelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa endemik kawasan; b. Pengembangan koridor ekosistem antarkawasan konservasi; c. pemantapan kawasan berfungsi lindung dan rehabilitasi kawasan berfungsi lindung yang terdegradasi; dan pengendalian kegiatan budi daya yang berpotensi mengganggu kawasan berfungsi lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perpres itu juga disebutkan, bahwa guna pengembangan energi bau dan terbarukan, serta pengembangan interkoneksi jaringan transmisi tenaga listrik, pemerintah akan mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi baru berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin (PLTMG), dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di kawasan Pulau Kalimantan itu pemerintah akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk mempertahankan eksistensi 4 (empat) pulau kecil terluat yang meliputi Pulau Sebatik, Pulau Gosong Makassar, Pulau Maratua, dan Pulau Sambit sebagai titik garis pangkal kepulauan Indonesia, Perpres tersbeut menegaskan, bahwa pemerintah akan membangun mercusuar dan infrastruktur penanda pulau-pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga akan mengembangkan prasarana dan sarana tranportasi penyeberangan untuk meningkatkan akses dari dan ke Pulau Sebatik, Pulau Maratua, dan Pulau Sambit, mengembangkan jaringan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan komunikasi di pulau-pulau itu, serta mengembangkan PLTB dan PLTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk mewujudkan kawasan ekowisata berbasis hutan tropis basah dan wisata budaya, pemerintah akan mengembangkan kawasan ekowisata berbasis ekosistem kehidupan orang utan, bekantan, meranti, anggrek, serta satwa dan tumbuhan endemik kawasan lainnya, dan mengembangkan kawasan wisata berbasis budaya Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpres No. 3 Tahun 2012 itu juga mengatur tentang penetapan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) industri hilir pengolahan hasil pertambangan mineral, batubara, serta minyak dan gas bumi di Balikpapan-Tenggarong-Samarinda-Bontang dan Tarakan, dan pusat industri pengolahan hasil pertambangan mineral, batubara, serta minyak dan gas bumi di Muara Teweh, Tanjung Redeb, Sangata, Nunukan, Tanjung Selor, Malinau dan Tanah Grogot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai strategi operasional perwujudan sistem jaringan transportasi nasional, Perpres No. /2012 itu menyebutkan bahwa pemerintah akan mengembangkan jaringan jalan strategis untuk meningkatkan aksestabilitas di kawasan perbatasan negara yang berbatasan dengan Malaysia, mengembankan jaringan jalan nasional yang menghubungkan perkotaan nasional sebagai pusat pertumbuhan dengan pelabuhan dan bandar udara, mengembangkan jaringan jalan bebas hambatan, dan mengembangkan jaringan jalan nasional yang terpadu dengan jaringan jalur kereta api, pelabuhan, bandar udara, dan transportasi sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pengambangan jaringan jalan strategis nasional yang berbatasan dengan Malaysia dilakukan pada Jaringan Jalan Lintas Utara Pulau Kalimantan yang menghubungkan Temajuk – Aruk – Jagoibabang – Entikong – Jasa – Nanga Badau – Putussibau – Long Pahangai – Long Nawang – Malinau – dan Long Midang,” bunyi Pasal 19 ayat 3 Perpres No. 3/2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jalan bebas hambatan yang akan dibangun di Pulau Kalimantan meliputi: Banjarmasing – Liang Anggang; Simpang Penajam – Balikpapan; Balikpapan – Samarinda; Samarindang – Tenggarong; Sei Pinyuh – Pontianak; Pontianak – Tayan; Liang Anggang – Pelaihari; Singkawang – Mempawah; Mempawah – Sei Pinyuh; Kuala Kapuas – Banjarmasin; Marabahan – Banjarmasing; Liang Anggang – Martapura; Pelaihari – Pagatan; Pagatan – Batulicin; Batulicin – Tanah Grogot (Kuaro); Tanah Grogot – Penajam; Samarinda – Bontang; dan Bonang – Sangata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber sedkab.go.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-7282967758872826071?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/7282967758872826071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=7282967758872826071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/7282967758872826071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/7282967758872826071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2012/01/kalimantan-untuk-paru-paru-dunia.html' title='KALIMANTAN UNTUK PARU-PARU DUNIA'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-8658239240074908065</id><published>2011-06-12T00:50:00.002-07:00</published><updated>2011-06-12T01:02:56.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati'/><title type='text'>Demi Kau dan Sibuah Hati (Tak) Terpaksa Aku Harus Begini...</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CADMINI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CADMINI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CADMINI%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tangan ku tak lincah lagi, oretan pena yang tak lagi lentur, setelah sekian lama meninggalkan dunia tulis-menulis. Setiap saat hasrat muncul, menulis yang terlihat dan dirasakan, ingin mengoret pena namun selalu saja iba tak kuasa. Masalah perut yang membuat aku menjadi begini, Perut Aku, Istriku dan Anakku. Seolah tidak mau lagi kata idealisme, hiruk-pikuknya kota, glanmournya para penguasa, nikmatnya setiap sudut warung kopi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku tak bisa hidup dengan idealisme, omong kosong, anak istriku mau makan apa?, gumam ku suatu ketika, profesi ini sangat mulia, indah dan disukai rakyat dibenci orang berdosa, takut saja aibnya terbongkar di publik. Namun lebih dari itu, kehidupan hanya satu kali, nasib diri sendiri ditentukan tangan sendiri, pena memang bisa merubah nasib, namun manusia selalu menghalanginya. Nasib…ah…hanya kata yang membuatku muak dengan idealisme semu, yang dibalut kemunafikan, kotor namun terlihat tak bercela. Puih….!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Asa ku berubah ketika mataku terbelalak melihat kawan-kawan yang sudah jauh melangkah, mengendarai nasib, bukan dikendarai nasib. Sampai akhirnya aku putuskan untuk merubah jalur, berkendara dengan sedikit kemunafikan, merusak, menipu entah apapun nama yang disematkan bagiku, tak peduli. Saat ini aku hanya ingin keluargaku tak kenyang dengan hidup mengkritik, tak kenyang hanya hidup dengan mencela, jadilah pelaku hidup, meski dicaci maki, tak hanya mulut dan tangan yang bicara tapi hati dan perbuatan adalah aksi nyata untuk berbagi kebahagiaan, bukan kebahagiaan semu lho.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bisa juga disebut mengikuti jejak tikus-tikus negeri yang mencuri uang di brankas kemudian menikmatinya di belahan dunia lain, Singgepor (Singapura), Malay, London bahkan Amerikano,Spanyola, Baliano (Bali bah eh). Tapi aku menikmatinya di kampung saja...bangun rumah bagi kebahagiaan keluarga, sedikit kebun dan pemandangan ke arah gunung, lembah dan ngarai, duduk santai dengan segelas teh manis sambil memeluk mesra sang istri yang selalu hangat dengan suami. mantap, karena itulah hidup, apalagi setiap saat yang dibawah selalu hidup.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Menguasai Ilmu Penguasa&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menguasai ilmu jurnalistik berarti menguasai dunia, namun penguasa para jurnalis secara nyata menguasai dunia, bisa keliling dunia bahkan membeli sebagian dunia. Lihat saja, lobinya sampai mendirikan partaipun bisa.Jangan bicara nurani lagi bahkan idealisma, saat tujuan sudah dibalut kepentingan, saat idealisma sudah beralih ke kepentingan perut, ya… serakah jadinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika situasi seperti ini, mari kita sama-sama munafik, sama-sama menjual diri, sama-sama merusak tatanan negeri yang kita ukir lewat moncong peluru para pahlawan. Sudahlah terlalu banyak ngawur saya menulis…ini hanya kegusaran hati melihat pekerjaan menumpuk, bingung mau marah dengan siapa…? Selamat bermain dengan idealisma..jangan marah, namanya juga omong kosong, hargai hidup berusahalah selagi bisa. Betul…?!&lt;/p&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-8658239240074908065?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/8658239240074908065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=8658239240074908065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/8658239240074908065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/8658239240074908065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2011/06/demi-kau-dan-sibuah-hati-tak-terpaksa.html' title='Demi Kau dan Sibuah Hati (Tak) Terpaksa Aku Harus Begini...'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-5974209143055788332</id><published>2008-06-08T05:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T06:06:15.984-07:00</updated><title type='text'>Titik Temu Ajaran Muhammad dan Marx</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/SEvWiC6iGKI/AAAAAAAAACA/5QrJp569dy8/s1600-h/marx.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209493274370381986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/SEvWiC6iGKI/AAAAAAAAACA/5QrJp569dy8/s320/marx.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Buku&lt;br /&gt;[ Minggu, 08 Juni 2008 ]&lt;br /&gt;Titik Temu Ajaran Muhammad dan Marx&lt;br /&gt;Judul Buku: Muhammad SAW dan Karl Marx tentang Masyarakat tanpa KelasPenulis: Munir Che AnamPenerbit: Pustaka Pelajar, JogjakartaCetakan: Maret 2008 Tebal: xx + 289 HalamanLudwig Wittgenstein melihat hubungan realitas dan bahasa ini menjadi dua macam, yaitu proposisi dan proposisi elementer. Proposisi elementer ini adalah nama-nama yang menunjuk pada objek tertentu dalam realitas. Ia tidak memiliki makna apa pun. Tidak menunjukkan apa pun, sehingga ia tidak bisa berbicara benar atau salah. Yang memiliki makna hanyalah proposisi karena ia merupakan gambaran dari realitas, model dari kenyataan yang dibayangkan.Bahasa sebagai salah satu alat dan medium transformatif bisa dimasukkan dalam bagian dari contoh bagaimana proposisi elementer tidak punya kuasa memberikan makna terhadap realitas. Sebab, bahasa hanya menjadi medium untuk menunjukkan adanya sebuah objek dalam realitas. Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan konsep ide Plato dalam pemikiran filsafatnya. Dalam konteks ini, Plato mengatakan, yang hakikat tidak terletak pada realitas. Tetapi, ada dalam dunia ide.Pada persoalan hakikat inilah sebenarnya nilai-nilai universalitas itu bertengger, apa pun bentuk bahasa yang digunakan untuk mewakilinya. Maka, menjadi sesuatu yang patut diapresiasi secara positif ketika Munir Che Anam melakukan penelitian yang kemudian tersaji dalam bentuk buku berjudul Muhammad SAW dan Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas ini. Munir melihat ada kesamaan antara konsep yang diidealkan Marx dengan ajaran yang dibawa Muhammad SAW, yaitu pada sisi perjuangan untuk menghilangkan ketidakadilan di masyarakat. Yang mesti dilihat adalah hakikat apa yang diperjuangkan, bukan bahasa, atau media lain untuk menamakan konsep dan ajaran tersebut, yang dipakai dalam sebuah perjuangan.Kesamaan keduanya terletak pada konsep dan ajaran yang dibawa, yaitu perjuangan untuk menegakkan keadilan menuju tatanan masyarakat egaliter dan tanpa diskriminasi.Karl Marx (1818-1883 M) melihat ketimpangan dan ketidakadilan sosial, terutama pada ranah ekonomi, di wilayah Eropa secara umum dan Prancis secara khusus, merasa terenyuh. Sampai akhirnya ketidakadilan itu mencapai titik klimaksnya pada revolusi besar yang berlangsung pada 1779 di Prancis.Berangkat dari realitas kehidupan sosial yang demikian, ia kemudian membagi masyarakat menjadi dua kelompok, kelas borjuis sebagai pemilik modal dan cenderung menindas kelas proletar sebagai kelas kedua yang senantiasa tereksploitasi. Kondisi ketidakberdayaan kaum proletar tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi kelas borjuis untuk mempertahankan statusnya dalam strata sosial. Oleh karena itu, kelas borjuis akan terus berupaya mengendalikan status quo itu, dengan segala cara. Ketergantungan kelas proletar merupakan kondisi yang memang diharapkan oleh kelas borjuis.Sosialisme yang dilontarkan Karl Marx merupakan pengejawantahan dari perlawanannya terhadap kondisi realitas masyarakat. Ia menginginkan kesengsaraan kaum proletar meningkat dan menumbuhkan ketidakpuasan serta rasa kebencian. Kesadaran kaum proletar terhadap ketidakadilan seluruh sistem kapitalistik ini, akan mendorong mereka untuk mulai mengorganisasi dan membangun kelas (hlm.196). Di sinilah titik tolak kemenangan proletariat. Ini adalah kondisi yang didambakan Karl Marx, di mana masyarakat terbangun di atas tatanan tanpa kelas (classes society). Sebuah idealisme yang sampai detik ini tak pernah terwujud dalam dunia realitas.Tetapi kalau mau menoleh jauh ke belakang sebelum Karl Mark, tatanan masyarakat tanpa kelas sebenarnya sudah pernah diperjuangkan oleh Muhammad SAW (570-632 M) ketika berhadapan dengan masyarakat Arab. Dalam memperjuangkan masyarakat tanpa kelas, Muhammad dengan gagah melawan sistem kapitalisme di Makkah dan Madinah, memperjuangkan upah buruh, membela orang-orang yang dieksploitasi, hamba sahaya, kaum lemah, kaum miskin, para budak, dan bentuk-bentuk diskriminatif lainnya (hlm. 209).Perjuangan menuju masyarakat tanpa kelas yang diistilahkan sebagai masyarakat egaliter dalam pandangan Hasan Hanafi atau masyarakat tauhidi dalam istilah yang dipakai Asghar Ali Engineer adalah kehidupan masyarakat yang menempatkan semua anggotanya pada posisi setara. Tidak ada superior dan inferior, penindas, dan tertindas.Perjuangan Muhammad SAW melawan ketidakadilan menuju terciptanya masyarakat tanpa kelas berangkat dari setting sosial masyarakat Arab pra-Islam yang diskriminatif. Ajaran Islam yang dibawanya mengajarkan kesederajatan di antara sesama, karena yang membedakan hanya nilai ketakwaan dari setiap individu.Pada sisi perjuangan kelas itulah sebenarnya persamaan ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW dengan pemikiran Karl Marx. Sekalipun ''persamaan'' itu masih harus diletakkan dalam tanda kurung. Dalam arti, sebagaimana diungkap oleh Abdurrahman Wahid dalam kata pengantar untuk buku ini, bagaimanapun ajaran Muhammad SAW tidak bisa disamakan dengan konsep Karl Marx. Karena ajaran Muhammad tidak hanya bersumber pada akal semata yang berupa sunnah (ijtihadi). Tetapi ia juga berlandaskan pada wahyu Allah dalam Alquran. Dua sumber epistemologis itulah yang disebut, meminjam istilah al-Jabiri, kolaborasi antara epistemologi bayani dan burhani.Hal itu berbeda dengan konsep yang dilontarkan Karl Marx beberapa abad kemudian yang hanya berangkat dari epistemologi burhani. Asumsi ini didasarkan pada filsafat Karl Marx yang bermula dari konsep dialektika dalam dunia nyata (empiris). Dengan begitu, semua elemen meta-empiris dianggap tidak memiliki peranan sama sekali. Hal inilah mengapa kemudian filsafat Karl Marx disebut dengan Materialisme Dialektik (dialectical materialism). Tuhan sama sekali tidak memiliki tempat dalam ruang pemikiran Karl Marx.Itulah perbedaan pijakan yang dipakai Muhammad SAW dengan Karl Marx, sekalipun tidak bisa dinegasikan bahwa masih juga terdapat sisi kesamaan. Yaitu, sekali lagi, sama-sama memperjuangkan terbentuknya tatanan masyarakat tanpa kelas. Sebuah konsep universal yang tidak memiliki perbedaan apa pun di antara keduanya. Yang berbeda adalah nama yang dipakai terhadap objek realitas itu.Apa yang dilontarkan Munir dalam buku ini cukup baik untuk memberikan penyadaran dan tambahan khazanah pengetahuan kita semua. Apalagi, di situasi zaman saat ini yang sudah terkontaminasi oleh kapitalisme global. Hanya saja kekurangan buku ini, sekalipun pada sisi fisik dan editing, tapi cukup mengganggu, adalah pada penulisan ayat yang banyak terbalik. Semoga bisa diperbaiki untuk edisi selanjutnya. (*)*) Moh. Asy'ari Muthhar, peneliti pada Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK)Universitas Paramadina Jakarta&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Diposting dari &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;&lt;em&gt;www.jawapos.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; edisi Minggu 8 Juni 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-5974209143055788332?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/5974209143055788332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=5974209143055788332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5974209143055788332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5974209143055788332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/06/titik-temu-ajaran-muhammad-dan-marx.html' title='Titik Temu Ajaran Muhammad dan Marx'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/SEvWiC6iGKI/AAAAAAAAACA/5QrJp569dy8/s72-c/marx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-2031181954255542431</id><published>2008-05-16T11:29:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T11:32:03.270-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suara-suara aneh dalam warnet…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu saya pulang dari kopi darat dengan tema-teman Borneo Blogger Community di sebuah kedai makanan di Kota Baru Pontianak. Sepulang dari tempat itu, saya menyebrang ke Siantan lewat Pelampong Bermesin (PB), yang biasa juga kita temukan di penyebrangan Tayan-Piasak. Mengobati penasaran dan kecanduan dengan dunia maya, meski baru sebatas tahu, saya singgah di sebuah warnet di kawasan Siantan kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah, dan kebetulan juga satu-satunya warnet yang ada di sekitar rumah, lebih hebatnya lagi warnet yang hari-harinya di isi oleh gamers-gamers cilik maupun dewasa.&lt;br /&gt;Sebenarnya agak terpaksa, karena ngebet dengan berbagai informasi yang sudah beberapa hari tidak saya akses. Karena bagi saya informasi apapun sangat penting, sehingga oke-lah saya singgah saja, siapa tahu terobati sakau internetnya.&lt;br /&gt;Selalu menjadi kebiasaan setap orang kalau masuk pasti mlalui pintu, dan saya pun memang manusia sama seperti orang lain jadi masuk melewati pintu. Dari luar, suara aneh yang keluar dari beberapa BOX computer yang diisi oleh beberapa anak kecil, dan beberapa diantaranya manusia seumuran SMU (Sekolah Menengah Uatas). Dengan masyuknya mereka main game sehingga tidak mempedulikan Box kiri-kanan sedang apa. Saya yang awam dengan suara berisik saat berfikir, tidak bias berbuat banyak, karena selain warnetnya bukan punya saya, gamers-gamers yang ada di situ mestinya ank-anak orang berada dan sudah pasti diajarkan untuk menggunakan IT tidak hanya sebatas ngegame sehari suntuk apalagi kalau hari libur. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-2031181954255542431?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/2031181954255542431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=2031181954255542431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/2031181954255542431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/2031181954255542431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/05/suara-suara-aneh-dalam-warnet-sore-itu.html' title=''/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-5595353693536412420</id><published>2008-02-18T19:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-18T19:31:40.663-08:00</updated><title type='text'>Binatang itu bernama Anjing, bagaimana sejarahnya...?</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;Kita sayang dan memiliki anjing, tetapi apakah kita tahu sejarah dari anjing sendiri ? ini adalah teori yang dikemas secara ringkas bagi visitor dan teman-teman dari duniaanjing.com. peneliti mengatakan ada beberapa kemungkinan bagaimana hubungan antara anjing dan manusia terbentuk, seperti misalnya, manusia mungkin mulai menjalin persahabatan den&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;gan anjing setelah melihat anjing-anjin&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;g berburu dalam group-group. Tetapi anjing-anjing yang mula-mula berlokasi di berbagai belahan dunia&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; dan negara yang berbeda, sehingga tidak ada satu scenario yang dapat kita pastikan sebagai scenario yang benar. &lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tetapi, penemuan scientific terbaru mengindikasikan bawa serigala pertama kali berlokasi di East Asia, dan bukan di Middle East, seperti y&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ang sudah dipercaya sebelumnya. Kapan itu terjadi, masih dalam perdebatan, tetapi beberapa teori mengatakan bahwa anjing ditemukan antara 12.000 dan 15.000 tahun yang lalu, bahkan ada yang memberikan tanggal sampai kira-kira 40.000 tahun yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Serigala yang bergabung dengan manusia pada jaman dahulu, mungkin adalah anggota yang terbuang dari groupnya. Mungkin karena memiliki kelemahan sehingga dianggap tidak berguna didalam komunitas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;nya. Alasan itulah yang mungkin membuat serigala bergabung dengan komunitas manusia. Serigala setelah bertahun-tahun, secara bertahap berubah menjadi anjing, lebih lucu, ramah dan mempunyai keinginan untuk menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada satu titik, manusia mulai melakukan breeding / mengembangbiakkan anjing untuk melakukan fungsi yang spesifik, seperti Herding, Hunting, Guarding, Working atau hanya sebagai companions. Nilai daripada tiap breed tidak hanya terbatas oleh k&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;emampuan dasarnya saja. Bahkan hubungan antara anjing dan manusia mulai berkembang dari mutual need ke mutual affection (keuntungan dari saling membutuhkan menjadi saling menyayangi). Menjadi anggota keluarga dalam komunitas manusia, bahkan diberbagai kesempatan menjadi teman kerja, atau bahkan bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Origin of the Dog&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak akan pernah tahu true origin / asal mula dari modern dog. Kemungkinan besar, terjadi karena percampuran gen-gen dari berbagai type yang berbeda yang telah dipelihara oleh manusia. Termasuk serigala, coyotes, jackals dan lain-lain yang s&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R7pLoY6WcdI/AAAAAAAAABo/Eg12yo2fWU0/s1600-h/DogsHistoryLS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R7pLoY6WcdI/AAAAAAAAABo/Eg12yo2fWU0/s320/DogsHistoryLS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168526679615107538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ejenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nenek moyang dari pada anjing dipercaya adalah a five-toed-weas&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;el-like animal yang dipanggil Miacis, yang pernah hidup sekitar 40 juta tahun yang lalu. A tree-climbing creature, The Miacis dipercaya sebagai nenek moyang dari berbagai species&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; yang mungkin kita tidak akan percaya bahwa mereka mempunyai hubungan genetic. Dari keturunan Miacis yang diperkirakan dalam dunia canid adalah wolf, jackal, hyena dan fox. Tetapi Miacis juga dipercaya sebagai awal daripada binatang seperti raccoon, beruang dan bahkan kucing. About 10 million years ago, a wolf-like creature emerged called the Tomarctus. This is the animal that probably developed the strong social instincts we see in dogs (and wolves) tod&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ay. The wolf probably first appeared, in an early form, about a million years ago.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Early Breeding Programs&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terbaru menegaskan bahwa East  Asia adalah region dimana anjing pertama kali “Domesticated” . “Domesticated berarti  binatang sudah di kenali dan di kembangbiakkan/di breed dengan tujuan yang spesifik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Banyak Dog Clubs yang mengklaim bahwa breednya lah yang dikenal sebagai breed yang pertama dibreed untuk tujuan tertentu. Kalau dilihat dari groupnya, Hounds ada di group yang pertama. The Saluki dan basenji sudah terdokumentasi di jaman mesir kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dalmatians ditemukan digambarkan di dinding-dinding gua sekitar 2.000 tahun yang lalu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setiap daerah membentuk anjing dengan type mereka ma&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R7pLoI6WccI/AAAAAAAAABg/SWTtF19ml9E/s1600-h/anjing+mabok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R7pLoI6WccI/AAAAAAAAABg/SWTtF19ml9E/s320/anjing+mabok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168526675320140226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;sing-masing yang beradaptasi dengan cuaca dan alam dimana mereka harus survive. Seperti contoh, anjing-anjing dari northern Europe mempunyai Coat yang tebal dan mempunyai tubuh berukuran metium to large untuk dapat menahan rasa dingin dan juga mempunyai kekuatan untuk menarik kereta es.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;The Scottish Terrier adalah contoh yang sangat baik. Anjing-Anjing di daerah Scottish adalah breed yang terpilih dan dibreed untuk menggali dan mengejar Varmints. Manusia tidak membutuhkan binatang yang besar seperti kuda. Anjing yang berukuran paling kecil dipilih untuk masuk dalam breeding program mereka. Dan akhirnya, The Scots mempunyai type terrier yang mereka inginkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manusia kemudian mengembangkan breeding program mereka ke langkah yang lebih tinggi dengan membentuk specific breeds untuk specific task. Ini berarti bahwa anjing-anjing akan dibreed untuk menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat, karakter, kemampuan dan bahkan fisik yang sama dengan induknya. Scottish terrier dari Scotland dapati dijadikan sebagai contoh lagi. Karena selain breed tersebut, muncul / dikembangkan pula : West Highland Terrier, The Skye Terrier, The Dandie Dinmont dan the Cairn Terrier. Breed-breed ini dapat ditelurusi secara genetic sampai ke asal mulanya genetic terrier, tetapi sekarang tetap diakui sebagai breed yang terpisah. Pengembangan breed yang berbeda ini membutukan puluhan tahun. Membutuhkan sekelompok orang yang ekstrim, data yang akurat dan rasa sayang yang sangat kepada anjing untuk dapat membentuk dan menjaga purebred.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prosperity and Dog Ownership&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran meningkat dalam peradaban manusia. Setelah kebutuhan dasar sudah terpenuhi, maka sekelompok orang dapat meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk mencapai tujuan yang lain. Begitu pula dengan anjing. Status anjing mulai berubah pada jaman Greeks mula-mula dan Romans. Anjing mulai muncul di art, Sculpture dan poems. Sifat setia mereka mulai di hargai. Dengan kata lain, anjing mulai menjadi binatang yang di pelihara untuk kesenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tentu saja, kesenangan pada masa lalu berbeda dengan sekarang. Dog Fights adalah event yang umum ditemui, kompetisi yang hanya baru mulai ditentang sekitar 100 tahun yang lalu. dibagian dunia yang lain, seperti The Far  East, nasib dari anjing-anjing ini tergantung dari breednya. Pekingese adalah breed yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan, The Chow Chow digunakan untuk berburu dan Shar Pei digunakan untuk Dog Fighting. Breed yang lain nasibnya berakrhi di meja makan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada abad pertengahan, orang-orang Europe mulai jatuh cinta dengan purebred dog, dan kemudian membred mereka untuk hunting, guarding dan companionship. The English mastiff dan Greyhound sebagai contoh, menjadi breed yang mempunyai standard dengan tujuan tertentu. Anjing yang berukuran lebih kecil digunakan sebagai sahabat bagi royal ladies / putrid-putri istana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dogs Today&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai sekarang, Breeds masih berubah. Seperti contoh, The English Cocker dibawa dari English to Amerika, tetapi orang-orang amerika memutuskan bahwa mereka menginginkan anjing yang berukuran lebih kecil tanpa instink berburu yang terlalu kuat. Dan melalui gen manipulation dan breeding, The American Cocker terbentuk dan dianggap sebagai bred yang berbeda dengan the English Cockers.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Best Regards,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;Team DuniaAnjing.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;a href="mailto:cs@duniaanjing.com"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;cs@duniaanjing.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Yahoo ID : DuniaAnjing&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-5595353693536412420?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/5595353693536412420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=5595353693536412420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5595353693536412420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5595353693536412420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/02/binatang-itu-bernama-anjing-bagaimana.html' title='Binatang itu bernama Anjing, bagaimana sejarahnya...?'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R7pLoY6WcdI/AAAAAAAAABo/Eg12yo2fWU0/s72-c/DogsHistoryLS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-3366849331515589230</id><published>2008-01-31T20:48:00.001-08:00</published><updated>2008-01-31T21:02:52.568-08:00</updated><title type='text'>Badan Intelijen Negara Rusia itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;---...negara yang kuat ditopang oleh badan Intelijen yangkuat dan tulus mengabdi untuk negara...---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;KGB&lt;/b&gt; atau singkatan dari &lt;i&gt;&lt;b&gt;Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Rusia" title="Bahasa Rusia"&gt;bahasa Rusia&lt;/a&gt;: Комите́т Госуда́рственной Безопа́сности; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia" title="Bahasa Indonesia"&gt;bahasa Indonesia&lt;/a&gt;: &lt;i&gt;Komisi Keamanan Negara&lt;/i&gt;), adalah nama badan intelijen &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet" title="Uni Soviet"&gt;Uni Soviet&lt;/a&gt; dari tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/13_Maret" title="13 Maret"&gt;13 Maret&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1954" title="1954"&gt;1954&lt;/a&gt; sampai tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/6_November" title="6 November"&gt;6 November&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1991" title="1991"&gt;1991&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Sejarah_KGB" id="Sejarah_KGB"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Lalu bagaimana sejarah KGB?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;p&gt;Cikal bakal KGB adalah sebuah komisi luar biasa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;Rusia&lt;/a&gt; untuk memberantas kontra revolusi dan sabotase yang dinamakan &lt;b&gt;Tsjeka&lt;/b&gt;, yang didirikan pada Desember 1917 yang dikepalai oleh seorang Belarus, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Felix_Dzerzhinsky&amp;amp;action=edit" class="new" title="Felix Dzerzhinsky"&gt;Felix Dzerzhinsky&lt;/a&gt;. Felix sendiri mengatakan bahwa Tsjeka bukanlah pengadilan namun harus membela revolusi dan menghancurkan musuh meskipun pedangnya tidak sengaja jatuh ke kepala orang yang tidak bersalah. Tsjeka berdiri ketika rakyat Rusia mulai tidak suka dengan kekuasaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lenin" title="Lenin"&gt;Lenin&lt;/a&gt; dan kaum Bolsyevik-nya. Memiliki anggota sekitar 31000 personel dan tugasnya bertambah menjadi semacam sensor dan pemerang agama serta mendirikan kamp-kamp konsentrasi dan kamp-kamp kerja.&lt;br /&gt;Lembaga Tsjeka dihapus ketika kaum Bolsyevik memenangi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perang_saudara_Rusia&amp;amp;action=edit" class="new" title="Perang saudara Rusia"&gt;Perang saudara Rusia&lt;/a&gt;. Namun polisi politik tetap dipertahankan dan bernama GPOe (direktorat politik negara) dan menjadi bagian dari NVKD, komisariat Rakyat Dalam Negeri. Pada tahun 1923 namanya diubah menjadi OGPOe (Direktorat negara gabungan politik).&lt;br /&gt;Felix Dzerzhinsky,&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R6KlpV0YBmI/AAAAAAAAABY/O3yfDT3Mbho/s1600-h/stalin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R6KlpV0YBmI/AAAAAAAAABY/O3yfDT3Mbho/s320/stalin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161870252570052194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; pendiri Tsjeka akhirnya konflik dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Josef_Stalin" title="Josef Stalin"&gt;Josef Stalin (gambar di samping)&lt;/a&gt;, Pengganti Lenin. Ia&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R6KlOF0YBlI/AAAAAAAAABQ/FcY85XKgZ_s/s1600-h/KGB_Symbol.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R6KlOF0YBlI/AAAAAAAAABQ/FcY85XKgZ_s/s320/KGB_Symbol.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161869784418616914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; menyatakan tidak setuju dengan Stalin yang tampak memborong kekuasaan itu. Beberapa jam setelah Felix menyatakan keberatannya, ia meninggal karena "serangan jantung".&lt;br /&gt;Pada masa stalin, inilah saat pembersihan dan "reformasi" dalam pemerintahan Soviet. Inilah saat teror yang tidak pandang bulu baik lawan politik, warga yang tidak bersalah, pejabat partai yang loyal , perwira tentara merah, kepala polisi dan bahkan polisi rahasia berjatuhan menjadi korban. Kepala NVKD, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Genich_Jagoda&amp;amp;action=edit" class="new" title="Genich Jagoda"&gt;Genich Jagoda&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikolai_Jezjov&amp;amp;action=edit" class="new" title="Nikolai Jezjov"&gt;Nikolai Jezjov&lt;/a&gt; pun turut menjadi korban. Tercatat selama masa pembersihan, lima puluh juta orang Rusia tewas.&lt;br /&gt;Pembantu utama Stalin yang juga merupakan kepala polisi rahasia adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lavrentia_Beria&amp;amp;action=edit" class="new" title="Lavrentia Beria"&gt;Lavrentia Beria&lt;/a&gt;, Kepala NKGB, nama baru polisi rahasia. Pada tahun 1945 NKGB berubah nama menjadi MGB (Kementerian Keamanan Negara). Lavrentia Beria menjadi anggota politbiro dan pengurus harian Uni Soviet. Namun Beria sendiri dianggap terlalu berpengaruh sehingga setelah meninggalnya Stalin, Lavrentia Beria ditangkap dengan tuduhan mata-mata Inggris dan dieksekusi pada akhir 1953. Dinas rahasia itu sendiri pada 13 Maret 1954 diganti menjadi KGB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Cara_Kerja_KGB" id="Cara_Kerja_KGB"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Bagaimana Cara Kerja KGB?&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pada prinsipnya, KGB merupakan "&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: normal;"&gt;pedang dan perisai&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;" partai komunis Uni Soviet. Fungsinya sebagai dinas penerangan dan menjaga agar partai dapat tetap terus berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;         &lt;p&gt;Menjadi anggota KGB adalah menjadi bagian elit dalam pemerintahan Uni Soviet. Anggotanya dipilih dengan cermat diantaranya dengan menulusuri Universitas dan Lembaga pendidikan tinggi lainnya. Keluarga pembantu KGB sendiri dapat mengajukan diri menjadi calon anggota. Bekerja untuk KGB ada manfaatnya, bergaji tinggi (lebih-lebih terhadap standar hidup Soviet pada masa itu), hidup lebih mewah, terkadang dikirim ke luar negeri dan termasuk orang yang dapat menerima informasi lebih di Uni Soviet. Semua ini merupakan imbalan bagi loyalitas yang tak tergoyahkan dan isolasi sosial yang dijalani oleh anggotanya, sebagai konsekuensi profesi.&lt;br /&gt;KGB ditempatkan untuk hampir seluruh lapisan masyarakat dari tingkat bawah, personalia perusahaan, flat atau apartemen bahkan pejabat top hingga perwira tinggi. Selain 375 000 tenaga bayaran KGB, juga informan-informan yang melaporkan keadaan negara tetangga. Akibat dari banyaknya personel, banyak surat anonim dan laporan tak berguna, bahkan jatuh korban.&lt;br /&gt;KGB memberi perhatian khusus pada kaum disiden yakni kaum intelektual pembangkang misalnya yang menuntut kebebasan berbicara dan mendirikan partai politik. Pada masa Yuri Andropov menjabat sebagai kepala KGB akhir 1970-an, KGB menumpas gerakan disiden terorganisasi. Banyak yang diusir keluar negeri, maupun dipenjaraiakn bertahun-tahun dalam kamp konsentrasi atau masuk rumah sakit jiwa terutama orang orang yang didiagnosis menderita "&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paranoid" title="Paranoid"&gt;paranoid&lt;/a&gt; gila yang ingin mengubah masyarakat&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;Untuk turis dan wisatawan bahkan pelajar dam karyawan asing yang berkunjung ke Uni Soviet, mereka harus melalui kantor wisata Inturis yang merupakan organisasi bagian KGB. Turis pada masa itu hanya boleh mengunjungi tempat-tempat tertentu agar mudah diawasi, juga diadakan pembatasan-pembatasan terhadap para pelajar dan karyawan asing agar tidak terlalu dekat dengan penduduk setempat. Meskipun demikian, KGB juga berusaha merekrut orang asing sebagai mata-mata khususnya kalangan diplomat dan cendekiawan.&lt;br /&gt;Selain dinas rahasia, KGB juga merupakan dinas informasi atau penerangan. Caranya umumnya lazim dengan dinas dinas rahasia atau penerangan lainnya, mengumpulkan informasi dan menganalisa datai diantaranya baik dari foto satelit, alat penyadap, dan data-data komputer. Berbeda dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CIA" title="CIA"&gt;CIA&lt;/a&gt;, KGB untuk memperoleh informasinya terutama dari negara-negara asing, lebih banyak memanfaatkan kubu diplomatik. Diperkirakan 70 % dari karyawan kedutaan besar Uni Soviet bekerja untuk KGB dan dinas rahasia, yang sebenarnya lazim atau "&lt;i&gt;rahasia umum&lt;/i&gt;" dilakukan oleh setiap perwakilan baik setingkat kedutaan maupun konsulat setiap negara.&lt;br /&gt;Bahkan maskapai penerbangan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aeroflot" title="Aeroflot"&gt;Aeroflot&lt;/a&gt; juga melakukan "&lt;i&gt;tugas rahasia&lt;/i&gt;" dari KGB melalui para penerbang yang mengetahui sistem navigasi, kontrol dan pelabuhan udara di berbagai negara yang diterbangkannya. Pesawat komersial bisa saja dilengkapi dengan peralatan spionasi dan bahkan pesawat milik Aeroflotpernah secara "&lt;i&gt;tidak sengaja&lt;/i&gt;" terbang di wilayah militer terlarang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;. Namun orang-orang Soviet sepertinya tahu bahwa pemerintah Barat tidak akan menembak jatuh pesawat yang tersesat. Berbeda dengan perlakuan terhadap pesawat Boeing 747 Korean Air milik Korea selatan yang ditembak jatuh AU Uni Soviet dengan pesawat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Su-15" title="Su-15"&gt;Su-15&lt;/a&gt; Flagon karena dikatakan melintasi wilayah udara terlarang Uni Soviet dikawasan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vladivostok" title="Vladivostok"&gt;Vladivostok&lt;/a&gt; dan Semenanjung Kamchatka, pada tahun 1983.&lt;br /&gt;Meskipun di bagian luar negeri tercatat terdapat 25 000 agen dari 375 000 agen, strategi KGB rupanya mementingkan jumlah banyak. Dinas rahasia Barat sering merasa diawasi dengan banyaknya agen-agen Soviet sehingga jalan keluarnya adalah "&lt;i&gt;mempersona non grata&lt;/i&gt;"-kan mereka (yang dicurigai sebagai agen Soviet).&lt;br /&gt;Namun dibawah pimpinan Yuri Andropov (menjabat antara 1967-1981), cara kerja KGB yang dianggap "&lt;i&gt;kasar&lt;/i&gt;" itu dibuat lebih halus. Mereka berusaha mengerti banyak tentang keadaan negara mereka tempat bertugas dan tidak ingin kelihatan mencolok. Bahkan untuk memulihkan citranya, KGB membuat semacam "&lt;i&gt;007 Russia&lt;/i&gt;".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="KGB_pasca_Uni_Soviet" id="KGB_pasca_Uni_Soviet"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);" class="mw-headline"&gt;KGB pasca Uni Soviet Bagaimana...?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;    &lt;p&gt;Setelah runtuhnya Uni Soviet, maka &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;Rusia&lt;/a&gt; mengganti nama KGB menjadi FSB &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Federalnaya_Sluzhba_Bezopasnosti&amp;amp;action=edit" class="new" title="Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti"&gt;Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Secara fungsional dinas baru ini masih tetap sama dengan KGB.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belarus" title="Belarus"&gt;Belarus&lt;/a&gt; adalah satu-satunya negara pasca Uni Soviet di mana dinas intelijen masih disebut KGB. Pendiri KGB, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Felix_Dzerzhinsky&amp;amp;action=edit" class="new" title="Felix Dzerzhinsky"&gt;Felix Dzerzhinsky&lt;/a&gt;,lahir di Belarus dan di sana masih dianggap pahlawan nasional.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vladimir_Putin" title="Vladimir Putin"&gt;Vladimir Putin&lt;/a&gt;, pada tahun 2000 diangkat menjadi presiden Rusia, menggantikan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boris_Yeltsin" title="Boris Yeltsin"&gt;Boris Yeltsin&lt;/a&gt;, pernah menjadi seorang agen KGB di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berlin" title="Berlin"&gt;Berlin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman_Timur" title="Jerman Timur"&gt;Jerman Timur&lt;/a&gt;, berdinas bersama dinas rahasia Jerman Timur, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=STASI&amp;amp;action=edit" class="new" title="STASI"&gt;STASI&lt;/a&gt;. Sementara itu, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yuri_Andropov" title="Yuri Andropov"&gt;Yuri Andropov&lt;/a&gt;, Presiden dan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet, juga pernah menjabat sebagai kepala KGB.&lt;br /&gt;Nama KGB oleh orang Rusia sendiri sering diplesetkan menjadi "&lt;i&gt;Kontora Grubykh Banditov"&lt;/i&gt;, yang artinya adalah "&lt;i&gt;asosiasi bandit kasar&lt;/i&gt;."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;dari:http://id.wikipedia.org/wiki/KGB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-3366849331515589230?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/3366849331515589230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=3366849331515589230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/3366849331515589230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/3366849331515589230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/01/badan-intelijen-negara-rusia-itu.html' title='Badan Intelijen Negara Rusia itu...'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R6KlpV0YBmI/AAAAAAAAABY/O3yfDT3Mbho/s72-c/stalin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-2053098967860006670</id><published>2008-01-23T21:11:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T21:20:50.181-08:00</updated><title type='text'>Mungkin anda tertarik mengenai PKI...?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R5gfHV0YBkI/AAAAAAAAABI/1UdKLFasXGs/s1600-h/lambang+kmunis.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R5gfHV0YBkI/AAAAAAAAABI/1UdKLFasXGs/s320/lambang+kmunis.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158907584129271362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Henk_Sneevliet" title="Henk Sneevliet"&gt;Henk Sneevliet&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1914" title="1914"&gt;1914&lt;/a&gt;, dengan nama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Indische_Sociaal-Democratische_Vereeniging&amp;amp;action=edit" class="new" title="Indische Sociaal-Democratische Vereeniging"&gt;Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV)&lt;/a&gt; (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda.&lt;a href="http://www.marxist.com/Asia/earlyPKI.html" class="external autonumber" title="http://www.marxist.com/Asia/earlyPKI.html" rel="nofollow"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Oktober 1915 ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "&lt;i&gt;Het Vrije Woord&lt;/i&gt;" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adolf_Baars&amp;amp;action=edit" class="new" title="Adolf Baars"&gt;Adolf Baars&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1917" title="1917"&gt;1917&lt;/a&gt;, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdika".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Oktober" title="Revolusi Oktober"&gt;Revolusi Oktober&lt;/a&gt; seperti yang terjadi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;Rusia&lt;/a&gt; harus diikuti di Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dewan_soviet&amp;amp;action=edit" class="new" title="Dewan soviet"&gt;dewan soviet&lt;/a&gt;. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soeara_Ra%E2%80%99jat&amp;amp;action=edit" class="new" title="Soeara Ra’jat"&gt;Soeara Ra’jat&lt;/a&gt;. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1919" title="1919"&gt;1919&lt;/a&gt;, ISDV hanya mempunyai 25 orang Belanda di antara anggotanya, dari jumlah keseluruhan kurang dari 400 orang anggota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pembentukan_Partai_Komunis" id="Pembentukan_Partai_Komunis"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Pembentukan Partai Komunis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Pada Kongres ISDV di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang" title="Semarang"&gt;Semarang&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mei" title="Mei"&gt;Mei&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920" title="1920"&gt;1920&lt;/a&gt;), nama organisasi ini diubah menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perserikatan_Komunis_di_Hindia&amp;amp;action=edit" class="new" title="Perserikatan Komunis di Hindia"&gt;Perserikatan Komunis di Hindia&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semaun" title="Semaun"&gt;Semaun&lt;/a&gt; diangkat sebagai ketua partai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PKH adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Henk_Sneevliet" title="Henk Sneevliet"&gt;Henk Sneevliet&lt;/a&gt; mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1920" title="1920"&gt;1920&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1924" title="1924"&gt;1924&lt;/a&gt; nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi &lt;b&gt;Partai Komunis Indonesia&lt;/b&gt; (PKI).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pemberontakan_1926" id="Pemberontakan_1926"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Pemberontakan 1926&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Pada November &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926" title="1926"&gt;1926&lt;/a&gt; PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat" title="Sumatra Barat"&gt;Sumatra Barat&lt;/a&gt;. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik" title="Republik"&gt;republik&lt;/a&gt;. Pemberontakan ini dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Boven_Digul" title="Boven Digul"&gt;boven Digul&lt;/a&gt;, sebuah kamp tahanan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt;.&lt;a href="http://www.independent-bangladesh.com/news/may/20/20052005ed.htm" class="external autonumber" title="http://www.independent-bangladesh.com/news/may/20/20052005ed.htm" rel="nofollow"&gt;[2]&lt;/a&gt; Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1927" title="1927"&gt;1927&lt;/a&gt; PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa awal pelarangan ini, PKI berusaha untuk tidak menonjolkan diri, terutama karena banyak dari pemimpinnya yang dipenjarakan. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1935" title="1935"&gt;1935&lt;/a&gt; pemimpin PKI Musso kembali dari pembuangan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Moskwa" title="Moskwa"&gt;Moskwa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet" title="Uni Soviet"&gt;Uni Soviet&lt;/a&gt;, untuk menata kembali PKI dalam gerakannya di bawh tanah. Namun Musso hanya tinggal sebentar di Indonesia. Kini PKI bergerak dalam berbagai front, seperti misalnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerindo&amp;amp;action=edit" class="new" title="Gerindo"&gt;Gerindo&lt;/a&gt; dan serikat-serikat buruh. Di Belanda, PKI mulai bergerak di antara mahasiswa-mahasiswa Indonesia di kalangan organisasi nasionalis, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpoenan_Indonesia" title="Perhimpoenan Indonesia"&gt;Perhimpoenan Indonesia&lt;/a&gt; , yang tak lama kemudian berada di dalam kontrol PKI.&lt;a href="http://www.marxists.org/indonesia/indones/pkihist.htm" class="external autonumber" title="http://www.marxists.org/indonesia/indones/pkihist.htm" rel="nofollow"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Setelah_kemerdekaan:_bangkit_kembali" id="Setelah_kemerdekaan:_bangkit_kembali"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Setelah kemerdekaan: bangkit kembali&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Setelah pemerintahan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt; menyerah kalah kepada Tentara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekutu" title="Sekutu"&gt;Sekutu&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945"&gt;1945&lt;/a&gt;, PKI muncul kembali di panggung politik Indonesia dan ikut serta secara aktif dalam perjuangan untuk merebut kemerdekaan nasional. Banyak satuan-satuan bersenjata yang berada di bawah kontrol ataupun pengaruh PKI. Meskipun milisi-milisi PKI memainkan peranan penting dalam perlawanan terhadap Belanda, Soekarno khawatir bahwa semakin kuatnya pengaruh PKI akhirnya akan mengancam posisinya. Lain daripada itu, perkembangan PKI dirasakan sangat mengancam kelompok-kelompok &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayap_kanan" title="Sayap kanan"&gt;kanan&lt;/a&gt; dalam dunia politik Indonesia, maupun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Peristiwa_Madiun_1948" id="Peristiwa_Madiun_1948"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Peristiwa Madiun 1948&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Pada Februari 1948 PKI dan unsur-unsur kiri dari Partai Sosialis Indonesia membentuk sebuah front bersama, yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Front_Demokratis_Rakjat&amp;amp;action=edit" class="new" title="Front Demokratis Rakjat"&gt;Front Demokratis Rakjat&lt;/a&gt;. Front ini tidak bertahan lama, namun unsur-unsur kiri Psi kemudian bergabung dengan PKI. Pada saat ini milisi-milisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pesindo&amp;amp;action=edit" class="new" title="Pesindo"&gt;Pesindo&lt;/a&gt; berada di bawah kontrol PKI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Agustus" title="11 Agustus"&gt;11 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1948" title="1948"&gt;1948&lt;/a&gt; Musso kembali ke Jakarta setelah mengembara selama 12 tahun di Uni Soviet. Politbiro PKI dibentuk kembali, dengan pemimpinnya antara lain &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dipa_Nusantara_Aidit" title="Dipa Nusantara Aidit"&gt;Dipa Nusantara Aidit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=M.H._Lukman&amp;amp;action=edit" class="new" title="M.H. Lukman"&gt;M.H. Lukman&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Njoto&amp;amp;action=edit" class="new" title="Njoto"&gt;Njoto&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah penandatanganan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Renville" title="Perjanjian Renville"&gt;Perjanjian Renville&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1948" title="1948"&gt;1948&lt;/a&gt;), banyak satuan-satuan bersenjata republiken yang kembali dari daerah-daerah konflik. Hal ini memberikan rasa percaya diri di kalangan kelompok sayap kanan Indonesia bahwa mereka akan mampu menandingi PKI secara militer. Satuan-satuan gerilya dan milisi yang berada di bawah pengaruh PKI diperintahkan untuk membubarkan diri. Di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madiun" title="Madiun"&gt;Madiun&lt;/a&gt;, sekelompok militer yang dipengaruhi PKI yang menolak perintah perlucutan senjata tersebut dibunuh pada bulan September tahun yang sama. Pembunuhan ini menimbulkan pemberontakan bersenjata. Hal ini menimbulkan alasan untuk menekan PKI. Sumber-sumber militer menyatakan bahwa PKI telah memproklamasikan pembentukan “Republik Soviet Indonesia” pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/18_September" title="18 September"&gt;18 September&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1948" title="1948"&gt;1948&lt;/a&gt; dengan Musso sebagai presidennya dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Sjarifuddin" title="Amir Sjarifuddin"&gt;Amir Sjarifuddin&lt;/a&gt; sebagai perdana menterinya. Pada saat yang sama PKI menyatakan menolak pemberontakan itu dan menyerukan agar masyarakat tetap tenang. Pemberontakan ini ditindas oleh pasukan-pasukan republik, dan PKI kembali mengalami masa penindasan. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/30_September" title="30 September"&gt;30 September&lt;/a&gt; Madiun berhasil dikuasai oleh pasukan-pasukan Republik dari Divisi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kodam_III/Siliwangi" title="Kodam III/Siliwangi"&gt;Siliwangi&lt;/a&gt;. Beribu-ribu kader partai dibunuh dan 36.000 orang dipenjarakan. Di antara mereka yang dibunuh termasuk Musso yang dibunuh pada 31 Oktober dengan alasan bahwa ia berusaha melarikan diri dari penjara. Amir Sjarifuddin, tokoh Partai Sosialis Indonesia, pun dibunuh pada peristiwa berdarah ini. Aidit dan Lukman mengungsi ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Tiongkok" title="Republik Rakyat Tiongkok"&gt;Republik Rakyat Tiongkok&lt;/a&gt;. Namun PKI tidak dilarang dan terus berfungsi. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1949" title="1949"&gt;1949&lt;/a&gt; partai ini mulai dibangun kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Bangkit_kembali" id="Bangkit_kembali"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Bangkit kembali&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950" title="1950"&gt;1950&lt;/a&gt;, PKI memulai kembali kegiatan penerbitannya, dengan organ-organ utamanya yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harian_Rakjat&amp;amp;action=edit" class="new" title="Harian Rakjat"&gt;Harian Rakjat&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bintang_Merah&amp;amp;action=edit" class="new" title="Bintang Merah"&gt;Bintang Merah&lt;/a&gt;. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950-an" title="1950-an"&gt;1950-an&lt;/a&gt;, PKI mengambil posisi sebagai partai nasionalis di bawah pimpinan D.N. Aidit, dan mendukung kebijakan-kebijakan anti kolonialis dan anti Barat yang diambil oleh Presiden Soekarno. Adit dan kelompok di sekitarnya, termasuk pemimpin-pemimpin muda seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudisman&amp;amp;action=edit" class="new" title="Sudisman"&gt;Sudisman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lukman&amp;amp;action=edit" class="new" title="Lukman"&gt;Lukman&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Njoto&amp;amp;action=edit" class="new" title="Njoto"&gt;Njoto&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sakirman&amp;amp;action=edit" class="new" title="Sakirman"&gt;Sakirman&lt;/a&gt;, menguasai pimpinan partai pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1951" title="1951"&gt;1951&lt;/a&gt;. Pada saat itu, tak satupun di antara mereka yang berusia lebih dari 30 tahun. Di bawah Aidit, PKI berkembang dengan sangat cepat, dari sekitar 3.000-5.000 anggota pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950" title="1950"&gt;1950&lt;/a&gt;, menjadi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=165_000&amp;amp;action=edit" class="new" title="165 000"&gt;165 000&lt;/a&gt; pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1954" title="1954"&gt;1954&lt;/a&gt; dan bahkan 1,5 juta pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959" title="1959"&gt;1959&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://archive.workersliberty.org/wlmags/wl61/indonesi.htm" class="external autonumber" title="http://archive.workersliberty.org/wlmags/wl61/indonesi.htm" rel="nofollow"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Agustus 1951, PKI memimpin serangkaian pemogokan militan, yang diikuti oleh tindakan-tindakan tegas terhadap PKI di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan" title="Medan"&gt;Medan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;. Akibatnya, para pemimpin PKI kembali bergerak di bawah tanah untuk sementara waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pemilu_1955" id="Pemilu_1955"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Pemilu 1955&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilu_1955" title="Pemilu 1955"&gt;pemilu 1955&lt;/a&gt;, PKI menempati tempat keempat dengan 16% dari keseluruhan suara. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Konstituante" title="Dewan Konstituante"&gt;Dewan Konstituante&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlawanan terhadap kontrol Belanda atas &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua" title="Papua"&gt;Papua&lt;/a&gt; merupakan masalah yang seringkali diangkat oleh PKI selama tahun 1950-an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Juli &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1957" title="1957"&gt;1957&lt;/a&gt;, kantor PKI di Jakarta diserang dengan granat. Pada bulan yang sama PKI memperoleh banyak kemajuan dalam pemilihan-pemilihan di kota-kota. Pada September tahun yang sama, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjumi" title="Masjumi"&gt;Masjumi&lt;/a&gt; secara terbuka menuntut supaya PKI dilarang.&lt;a href="http://www.gimonca.com/sejarah/sejarah09.shtml" class="external autonumber" title="http://www.gimonca.com/sejarah/sejarah09.shtml" rel="nofollow"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/3_Desember" title="3 Desember"&gt;3 Desember&lt;/a&gt;, serikat-serikat buruh, yang pada umumnya berada di bawah pengaruh PKI, mulai menguasai perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penguasaan ini merintis nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh asing. Perjuangan melawan para kapitalis asing memberikan PKI kesempatan untuk menampilkan diri sebagai sebuah partai nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Februari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1958" title="1958"&gt;1958&lt;/a&gt; terjadi sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pro Amerika Serikat di kalangan militer dan politik sayap kanan. Para pemberontak, yang berbasis di Sumatra dan Sulawesi, mengumumkan pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/15_Februari" title="15 Februari"&gt;15 Februari&lt;/a&gt; terbentuknya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah_Revolusioner_Republik_Indonesia" title="Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia"&gt;Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia&lt;/a&gt; (PRRI). Pemerintahan yang disebut revolusioner ini segera menangkapi ribuan kader PKI di wilayah-wilayah yang berada di bawah kontrol mereka. PKI mendukung upaya-upaya Soekarno untuk memadamkan pemberontakan ini, termasuk pemberlakuan Undang-Undang Darurat. Pemberontakan ini pada akhirnya berhasil dipadamkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959" title="1959"&gt;1959&lt;/a&gt; militer berusaha menghalangi diselenggarakannya kongres PKI. Namun demikian, kongres ini berlangsung sesuai dengan jadwal, dan Presiden Soekarno sendiri menyampaikan sambutannya. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960" title="1960"&gt;1960&lt;/a&gt;, Soekarno melancarkan slogan &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasakom" title="Nasakom"&gt;Nasakom&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, yang merupakan singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Dengan demikian peranan PKI sebagai mitra dalam politik Soekarno dilembagakan. PKI membalasnya dengan menanggapi konsep Nasakom secara positif, dan melihatnya sebagai sebuah front bersatu yang multi-kelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun PKI mendukung Sukarno, ia tidak kehilangan otonomi politiknya. Pada Maret &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960" title="1960"&gt;1960&lt;/a&gt;, PKI mengecam penanganan anggaran yang tidak demokratis oleh Soekarno. Pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Juli" title="8 Juli"&gt;8 Juli&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1960" title="1960"&gt;1960&lt;/a&gt;, Harian Rakjat memuat sebuah artikel yang kritis terhadap pemerintah. Para pemimpin PKI ditangkap oleh militer, namun kemudian dibebaskan kembali atas perintah Soekarno.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika gagasan tentang Malaysia berkembang, PKI maupun Partai Komunis Malaya menolaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan berkembangnya dukungan dan keanggotaan yang mencapai 3 juta orang pada 1965, PKI menjadi partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. Partai itu mempunyai basis yang kuat dalam sejumlah organisasi massa, seperti SOBSI (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sentral_Organisasi_Buruh_Seluruh_Indonesia&amp;amp;action=edit" class="new" title="Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia"&gt;Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuda_Rakyat" title="Pemuda Rakyat"&gt;Pemuda Rakyat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerwani" title="Gerwani"&gt;Gerwani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barisan_Tani_Indonesia&amp;amp;action=edit" class="new" title="Barisan Tani Indonesia"&gt;Barisan Tani Indonesia&lt;/a&gt; (BTI), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Kebudayaan_Rakyat" title="Lembaga Kebudayaan Rakyat"&gt;Lembaga Kebudayaan Rakyat&lt;/a&gt; (Lekra) dan Himpunan Sarjana Indonesia (HSI). Menurut perkiraan, seluruh anggota partai dan organisasi-organisasi yang berada di bawah payungnya mungkin mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Maret &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962" title="1962"&gt;1962&lt;/a&gt;, PKI bergabung dengan pemerintah. Para pemimpin PKI, Aidit dan Njoto, diangkat menjadi menteri penasihat. Pada bulan April, PKI menyelenggarakan kongres partainya. Pada 1963, pemerintah Malaysia, Indonesia dan Filipina terlibat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan sebuah Konfederasi Maphilindo, sebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Filipina, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diosdado_Macapagal" title="Diosdado Macapagal"&gt;Diosdado Macapagal&lt;/a&gt;. PKI menolak gagasan pembentukan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Maphilindo&amp;amp;action=edit" class="new" title="Maphilindo"&gt;Maphilindo&lt;/a&gt; dan federasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;. Para anggota PKI yang militan menyeberang masuk ke Malaysia dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan-pasukan Britania dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia" title="Australia"&gt;Australia&lt;/a&gt;. Sebagian kelompok berhasil mencapai Malaya, lalu bergabung dalam perjuangan di sana. Namun demikian, kebanyakan dari mereka ditangkap begitu tiba. Kebanyakan dari satuan-satuan tempur PKI aktif di wilayah perbatasan di Kalimantan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada Januari 1954, PKI mulai menyita hak milik Britania kepunyaan perusahaan-perusahaan Britania di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Genosida" id="Genosida"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline"&gt;Genosida&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Dengan alasan 'keterlibatan PKI dalam G30S', partai ini dilarang oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangkopkamtib" title="Pangkopkamtib"&gt;Pangkopkamtib&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto" title="Soeharto"&gt;Soeharto&lt;/a&gt; pada tanggal &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Maret" title="12 Maret"&gt;12 Maret&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1966" title="1966"&gt;1966&lt;/a&gt;, setelah mendapat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Perintah_Sebelas_Maret" title="Surat Perintah Sebelas Maret"&gt;Surat Perintah Sebelas Maret&lt;/a&gt; dari Presiden &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno"&gt;Soekarno&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu bermula sebuah sejarah hitam bangsa Indonesia di mana ribuan orang tak bersalah -- terutama di pulau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali" title="Bali"&gt;Bali&lt;/a&gt; -- dibantai secara sia-sia karena dituduh komunis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut beberapa sumber antara 500.000 jiwa sampai 2 juta jiwa tewas dibunuh. Ribuan lainnya mendekam di penjara atau dibuang ke pulau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Buru" title="Pulau Buru"&gt;Buru&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah upaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rekonsiliasi" title="Rekonsiliasi"&gt;rekonsiliasi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rehabilitasi&amp;amp;action=edit" class="new" title="Rehabilitasi"&gt;rehabilitasi&lt;/a&gt; yang diprakarsai oleh (mantan) presiden &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gus_Dur" title="Gus Dur"&gt;Gus Dur&lt;/a&gt;, ketika ia masih menjabat sebagai presiden diprotes beberapa partai, terutama yang berlatar belakang agama di Indonesia. Usul rekonsiliasi oleh Gus Dur telah membuka kesempatan bagi orang-orang yang masih percaya pada ideologi berhaluan kiri untuk kembali aktif dalam politik Indonesia.dari:http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-2053098967860006670?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/2053098967860006670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=2053098967860006670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/2053098967860006670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/2053098967860006670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/01/mungkin-anda-tertarik-mengenai-pki.html' title='Mungkin anda tertarik mengenai PKI...?'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hMhTrFuplNM/R5gfHV0YBkI/AAAAAAAAABI/1UdKLFasXGs/s72-c/lambang+kmunis.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9171167069634397411.post-5375689614611358464</id><published>2008-01-22T18:05:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T18:23:37.207-08:00</updated><title type='text'>siapa Lenin...?</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;&lt;center&gt;15 LENIN 1870-1924&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt;                    &lt;p&gt;&lt;img src="http://media.isnet.org/iptek/100/Lenin.jpg" align="right" height="405" width="289" /&gt;Vladimir          Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling          bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia.          Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin          meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh          Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme          ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah          seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Lahir di Simbirsk (kini ganti jadi Ulyanovsk untuk          menghormatinya) pada tahun 1870. Ayahnya seorang pegawai          negeri yang patuh tetapi kakaknya Alexander adalah seorang          radikal yang dijatuhi hukuman mati karena ambil bagian dalam          komplotan mau bunuh Tsar. Pada umur dua puluh tiga Lenin          sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan          Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena          kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara          selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke          Siberia.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak          digubrisnya sebagai siksaan) dia kawin dengan wanita yang          juga berfaham revolusioner dan menulis buku Pertumbuhan          Kapitalisme di Rusia. Masa pembuangannya di Siberia berakhir          bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin          melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh          belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru          revolusioner. Tatkala Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia          dimana Lenin jadi anggota pecah jadi dua bagian, Lenin jadi          pimpinan pecahan yang lebih besar, Bolsheviks.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Perang Dunia I membuka peluang besar buat Lenin. Perang          ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi          Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada          sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini          digulingkan di bulan Maret tahun 1917 dan untuk sementara          waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah          demokratis. Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin buru-buru          pulang ke .Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan          cepat dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa          partai-partai demokratis --walau sudah mendirikan          pemerintahan sementara-- tak punya daya kekuatan cukup dan          kondisi ini sangat baik buat partai Komunis yang punya          pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan biarpun          anggotanya sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum          Bolshevik melompat kedepan mengguhngkan pemerintahan          sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis.          Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan          memaksa Lenin menyembunyikan diri. Percobaan kedua di bulan          Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara          baru.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain          pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang          tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju          masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme.          Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan          mengambil jalan sistem ekonomi campuran          kapitalis-sosialistis. Ini berjalan di Uni Soviet selama          beberapa tahun.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara          serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 praktis Lenin          tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan          cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoleum di          Lapangan Merah hingga saat ini.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat          bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan          Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan          menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang          nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi          kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga          penduduk dunia menganut faham Komunis.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin          politik praktis, Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat          tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan          dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat          terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya          kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya          menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada masalah          apa pun dalam hubungan perjuangan kelas dapat diselesaikan          tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya. Marx hanya          mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali          saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan itu.          Misalnya ucapannya: "Diktatur proletariat tak lain dan tak          bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada          batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut."&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting          ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan          Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak          pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya          lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik          untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin          hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga          di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat          tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua          lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja,          serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya          sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan          pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada          kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Jelas bin jelas Komunisme adalah gerakan besar yang punya          arti penting sejarah. Tidaklah jelas benar siapakah yang          bisa dianggap paling berpengaruh dalam gerakan ini, Marx          atau Lenin. Saya beranggapan Marx punya arti lebih pentirig          karena dia mendahului dan mempengaruhi Lenin. Tetapi masih          bisa dibantah anggapan ini karena kemampuan politik praktis          Lenin merupakan faktor yang amat ruwet dalam hal mendirikan          Komunisme di Rusia. Tanpa peranan Lenin, Komunis rasanya          mesti menunggu bertahun-tahun untuk punya kesempatan          memegang kekuasaan dan akan menghadapi perlawanan yang lebih          terorganisir. Karena itu, bukan mustahil tidak bisa          berhasil. Dalam hal memantapkan arti penting Lenin, orang          jangan lupa betapa singkatnya masa kekuasaan dipegangnya.          Juga, berdirinya diktatur proletariat di Uni Soviet lebih          besar berkat Lenin ketimbang penggantinya, Stalin yang lebih          keras.&lt;/p&gt;                    &lt;p&gt;Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun.          Dia seorang yang kenamaan dan jumlah buku yang ditulisnya          tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya          untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai          keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya,          biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan          melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari          perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan          pribadi. diambil dari: http://media.isnet.org/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;       &lt;td width="60"&gt;                &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td valign="top"&gt;          &lt;p&gt;                    &lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;                    S&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9171167069634397411-5375689614611358464?l=ilmumerawa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/feeds/5375689614611358464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9171167069634397411&amp;postID=5375689614611358464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5375689614611358464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9171167069634397411/posts/default/5375689614611358464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ilmumerawa.blogspot.com/2008/01/siapa-lenin.html' title='siapa Lenin...?'/><author><name>Ahmad Sunan bin Deri  van Angkus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02287999656206497583</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
