Minggu, 08 Juni 2008

Titik Temu Ajaran Muhammad dan Marx

Buku
[ Minggu, 08 Juni 2008 ]
Titik Temu Ajaran Muhammad dan Marx
Judul Buku: Muhammad SAW dan Karl Marx tentang Masyarakat tanpa KelasPenulis: Munir Che AnamPenerbit: Pustaka Pelajar, JogjakartaCetakan: Maret 2008 Tebal: xx + 289 HalamanLudwig Wittgenstein melihat hubungan realitas dan bahasa ini menjadi dua macam, yaitu proposisi dan proposisi elementer. Proposisi elementer ini adalah nama-nama yang menunjuk pada objek tertentu dalam realitas. Ia tidak memiliki makna apa pun. Tidak menunjukkan apa pun, sehingga ia tidak bisa berbicara benar atau salah. Yang memiliki makna hanyalah proposisi karena ia merupakan gambaran dari realitas, model dari kenyataan yang dibayangkan.Bahasa sebagai salah satu alat dan medium transformatif bisa dimasukkan dalam bagian dari contoh bagaimana proposisi elementer tidak punya kuasa memberikan makna terhadap realitas. Sebab, bahasa hanya menjadi medium untuk menunjukkan adanya sebuah objek dalam realitas. Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan konsep ide Plato dalam pemikiran filsafatnya. Dalam konteks ini, Plato mengatakan, yang hakikat tidak terletak pada realitas. Tetapi, ada dalam dunia ide.Pada persoalan hakikat inilah sebenarnya nilai-nilai universalitas itu bertengger, apa pun bentuk bahasa yang digunakan untuk mewakilinya. Maka, menjadi sesuatu yang patut diapresiasi secara positif ketika Munir Che Anam melakukan penelitian yang kemudian tersaji dalam bentuk buku berjudul Muhammad SAW dan Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas ini. Munir melihat ada kesamaan antara konsep yang diidealkan Marx dengan ajaran yang dibawa Muhammad SAW, yaitu pada sisi perjuangan untuk menghilangkan ketidakadilan di masyarakat. Yang mesti dilihat adalah hakikat apa yang diperjuangkan, bukan bahasa, atau media lain untuk menamakan konsep dan ajaran tersebut, yang dipakai dalam sebuah perjuangan.Kesamaan keduanya terletak pada konsep dan ajaran yang dibawa, yaitu perjuangan untuk menegakkan keadilan menuju tatanan masyarakat egaliter dan tanpa diskriminasi.Karl Marx (1818-1883 M) melihat ketimpangan dan ketidakadilan sosial, terutama pada ranah ekonomi, di wilayah Eropa secara umum dan Prancis secara khusus, merasa terenyuh. Sampai akhirnya ketidakadilan itu mencapai titik klimaksnya pada revolusi besar yang berlangsung pada 1779 di Prancis.Berangkat dari realitas kehidupan sosial yang demikian, ia kemudian membagi masyarakat menjadi dua kelompok, kelas borjuis sebagai pemilik modal dan cenderung menindas kelas proletar sebagai kelas kedua yang senantiasa tereksploitasi. Kondisi ketidakberdayaan kaum proletar tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi kelas borjuis untuk mempertahankan statusnya dalam strata sosial. Oleh karena itu, kelas borjuis akan terus berupaya mengendalikan status quo itu, dengan segala cara. Ketergantungan kelas proletar merupakan kondisi yang memang diharapkan oleh kelas borjuis.Sosialisme yang dilontarkan Karl Marx merupakan pengejawantahan dari perlawanannya terhadap kondisi realitas masyarakat. Ia menginginkan kesengsaraan kaum proletar meningkat dan menumbuhkan ketidakpuasan serta rasa kebencian. Kesadaran kaum proletar terhadap ketidakadilan seluruh sistem kapitalistik ini, akan mendorong mereka untuk mulai mengorganisasi dan membangun kelas (hlm.196). Di sinilah titik tolak kemenangan proletariat. Ini adalah kondisi yang didambakan Karl Marx, di mana masyarakat terbangun di atas tatanan tanpa kelas (classes society). Sebuah idealisme yang sampai detik ini tak pernah terwujud dalam dunia realitas.Tetapi kalau mau menoleh jauh ke belakang sebelum Karl Mark, tatanan masyarakat tanpa kelas sebenarnya sudah pernah diperjuangkan oleh Muhammad SAW (570-632 M) ketika berhadapan dengan masyarakat Arab. Dalam memperjuangkan masyarakat tanpa kelas, Muhammad dengan gagah melawan sistem kapitalisme di Makkah dan Madinah, memperjuangkan upah buruh, membela orang-orang yang dieksploitasi, hamba sahaya, kaum lemah, kaum miskin, para budak, dan bentuk-bentuk diskriminatif lainnya (hlm. 209).Perjuangan menuju masyarakat tanpa kelas yang diistilahkan sebagai masyarakat egaliter dalam pandangan Hasan Hanafi atau masyarakat tauhidi dalam istilah yang dipakai Asghar Ali Engineer adalah kehidupan masyarakat yang menempatkan semua anggotanya pada posisi setara. Tidak ada superior dan inferior, penindas, dan tertindas.Perjuangan Muhammad SAW melawan ketidakadilan menuju terciptanya masyarakat tanpa kelas berangkat dari setting sosial masyarakat Arab pra-Islam yang diskriminatif. Ajaran Islam yang dibawanya mengajarkan kesederajatan di antara sesama, karena yang membedakan hanya nilai ketakwaan dari setiap individu.Pada sisi perjuangan kelas itulah sebenarnya persamaan ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW dengan pemikiran Karl Marx. Sekalipun ''persamaan'' itu masih harus diletakkan dalam tanda kurung. Dalam arti, sebagaimana diungkap oleh Abdurrahman Wahid dalam kata pengantar untuk buku ini, bagaimanapun ajaran Muhammad SAW tidak bisa disamakan dengan konsep Karl Marx. Karena ajaran Muhammad tidak hanya bersumber pada akal semata yang berupa sunnah (ijtihadi). Tetapi ia juga berlandaskan pada wahyu Allah dalam Alquran. Dua sumber epistemologis itulah yang disebut, meminjam istilah al-Jabiri, kolaborasi antara epistemologi bayani dan burhani.Hal itu berbeda dengan konsep yang dilontarkan Karl Marx beberapa abad kemudian yang hanya berangkat dari epistemologi burhani. Asumsi ini didasarkan pada filsafat Karl Marx yang bermula dari konsep dialektika dalam dunia nyata (empiris). Dengan begitu, semua elemen meta-empiris dianggap tidak memiliki peranan sama sekali. Hal inilah mengapa kemudian filsafat Karl Marx disebut dengan Materialisme Dialektik (dialectical materialism). Tuhan sama sekali tidak memiliki tempat dalam ruang pemikiran Karl Marx.Itulah perbedaan pijakan yang dipakai Muhammad SAW dengan Karl Marx, sekalipun tidak bisa dinegasikan bahwa masih juga terdapat sisi kesamaan. Yaitu, sekali lagi, sama-sama memperjuangkan terbentuknya tatanan masyarakat tanpa kelas. Sebuah konsep universal yang tidak memiliki perbedaan apa pun di antara keduanya. Yang berbeda adalah nama yang dipakai terhadap objek realitas itu.Apa yang dilontarkan Munir dalam buku ini cukup baik untuk memberikan penyadaran dan tambahan khazanah pengetahuan kita semua. Apalagi, di situasi zaman saat ini yang sudah terkontaminasi oleh kapitalisme global. Hanya saja kekurangan buku ini, sekalipun pada sisi fisik dan editing, tapi cukup mengganggu, adalah pada penulisan ayat yang banyak terbalik. Semoga bisa diperbaiki untuk edisi selanjutnya. (*)*) Moh. Asy'ari Muthhar, peneliti pada Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK)Universitas Paramadina Jakarta
Diposting dari www.jawapos.com edisi Minggu 8 Juni 2008

Jumat, 16 Mei 2008

Suara-suara aneh dalam warnet…

Sore itu saya pulang dari kopi darat dengan tema-teman Borneo Blogger Community di sebuah kedai makanan di Kota Baru Pontianak. Sepulang dari tempat itu, saya menyebrang ke Siantan lewat Pelampong Bermesin (PB), yang biasa juga kita temukan di penyebrangan Tayan-Piasak. Mengobati penasaran dan kecanduan dengan dunia maya, meski baru sebatas tahu, saya singgah di sebuah warnet di kawasan Siantan kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah, dan kebetulan juga satu-satunya warnet yang ada di sekitar rumah, lebih hebatnya lagi warnet yang hari-harinya di isi oleh gamers-gamers cilik maupun dewasa.
Sebenarnya agak terpaksa, karena ngebet dengan berbagai informasi yang sudah beberapa hari tidak saya akses. Karena bagi saya informasi apapun sangat penting, sehingga oke-lah saya singgah saja, siapa tahu terobati sakau internetnya.
Selalu menjadi kebiasaan setap orang kalau masuk pasti mlalui pintu, dan saya pun memang manusia sama seperti orang lain jadi masuk melewati pintu. Dari luar, suara aneh yang keluar dari beberapa BOX computer yang diisi oleh beberapa anak kecil, dan beberapa diantaranya manusia seumuran SMU (Sekolah Menengah Uatas). Dengan masyuknya mereka main game sehingga tidak mempedulikan Box kiri-kanan sedang apa. Saya yang awam dengan suara berisik saat berfikir, tidak bias berbuat banyak, karena selain warnetnya bukan punya saya, gamers-gamers yang ada di situ mestinya ank-anak orang berada dan sudah pasti diajarkan untuk menggunakan IT tidak hanya sebatas ngegame sehari suntuk apalagi kalau hari libur.

Senin, 18 Februari 2008

Binatang itu bernama Anjing, bagaimana sejarahnya...?

Kita sayang dan memiliki anjing, tetapi apakah kita tahu sejarah dari anjing sendiri ? ini adalah teori yang dikemas secara ringkas bagi visitor dan teman-teman dari duniaanjing.com. peneliti mengatakan ada beberapa kemungkinan bagaimana hubungan antara anjing dan manusia terbentuk, seperti misalnya, manusia mungkin mulai menjalin persahabatan dengan anjing setelah melihat anjing-anjing berburu dalam group-group. Tetapi anjing-anjing yang mula-mula berlokasi di berbagai belahan dunia dan negara yang berbeda, sehingga tidak ada satu scenario yang dapat kita pastikan sebagai scenario yang benar.

Tetapi, penemuan scientific terbaru mengindikasikan bawa serigala pertama kali berlokasi di East Asia, dan bukan di Middle East, seperti yang sudah dipercaya sebelumnya. Kapan itu terjadi, masih dalam perdebatan, tetapi beberapa teori mengatakan bahwa anjing ditemukan antara 12.000 dan 15.000 tahun yang lalu, bahkan ada yang memberikan tanggal sampai kira-kira 40.000 tahun yang lalu.

Serigala yang bergabung dengan manusia pada jaman dahulu, mungkin adalah anggota yang terbuang dari groupnya. Mungkin karena memiliki kelemahan sehingga dianggap tidak berguna didalam komunitasnya. Alasan itulah yang mungkin membuat serigala bergabung dengan komunitas manusia. Serigala setelah bertahun-tahun, secara bertahap berubah menjadi anjing, lebih lucu, ramah dan mempunyai keinginan untuk menyenangkan.

Pada satu titik, manusia mulai melakukan breeding / mengembangbiakkan anjing untuk melakukan fungsi yang spesifik, seperti Herding, Hunting, Guarding, Working atau hanya sebagai companions. Nilai daripada tiap breed tidak hanya terbatas oleh kemampuan dasarnya saja. Bahkan hubungan antara anjing dan manusia mulai berkembang dari mutual need ke mutual affection (keuntungan dari saling membutuhkan menjadi saling menyayangi). Menjadi anggota keluarga dalam komunitas manusia, bahkan diberbagai kesempatan menjadi teman kerja, atau bahkan bisnis.

Origin of the Dog
Kita mungkin tidak akan pernah tahu true origin / asal mula dari modern dog. Kemungkinan besar, terjadi karena percampuran gen-gen dari berbagai type yang berbeda yang telah dipelihara oleh manusia. Termasuk serigala, coyotes, jackals dan lain-lain yang s
ejenis.

Nenek moyang dari pada anjing dipercaya adalah a five-toed-weasel-like animal yang dipanggil Miacis, yang pernah hidup sekitar 40 juta tahun yang lalu. A tree-climbing creature, The Miacis dipercaya sebagai nenek moyang dari berbagai species yang mungkin kita tidak akan percaya bahwa mereka mempunyai hubungan genetic. Dari keturunan Miacis yang diperkirakan dalam dunia canid adalah wolf, jackal, hyena dan fox. Tetapi Miacis juga dipercaya sebagai awal daripada binatang seperti raccoon, beruang dan bahkan kucing. About 10 million years ago, a wolf-like creature emerged called the Tomarctus. This is the animal that probably developed the strong social instincts we see in dogs (and wolves) today. The wolf probably first appeared, in an early form, about a million years ago.

Early Breeding Programs
Penelitian terbaru menegaskan bahwa East Asia adalah region dimana anjing pertama kali “Domesticated” . “Domesticated berarti binatang sudah di kenali dan di kembangbiakkan/di breed dengan tujuan yang spesifik.

Banyak Dog Clubs yang mengklaim bahwa breednya lah yang dikenal sebagai breed yang pertama dibreed untuk tujuan tertentu. Kalau dilihat dari groupnya, Hounds ada di group yang pertama. The Saluki dan basenji sudah terdokumentasi di jaman mesir kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dalmatians ditemukan digambarkan di dinding-dinding gua sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Setiap daerah membentuk anjing dengan type mereka masing-masing yang beradaptasi dengan cuaca dan alam dimana mereka harus survive. Seperti contoh, anjing-anjing dari northern Europe mempunyai Coat yang tebal dan mempunyai tubuh berukuran metium to large untuk dapat menahan rasa dingin dan juga mempunyai kekuatan untuk menarik kereta es.

The Scottish Terrier adalah contoh yang sangat baik. Anjing-Anjing di daerah Scottish adalah breed yang terpilih dan dibreed untuk menggali dan mengejar Varmints. Manusia tidak membutuhkan binatang yang besar seperti kuda. Anjing yang berukuran paling kecil dipilih untuk masuk dalam breeding program mereka. Dan akhirnya, The Scots mempunyai type terrier yang mereka inginkan.

Manusia kemudian mengembangkan breeding program mereka ke langkah yang lebih tinggi dengan membentuk specific breeds untuk specific task. Ini berarti bahwa anjing-anjing akan dibreed untuk menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat, karakter, kemampuan dan bahkan fisik yang sama dengan induknya. Scottish terrier dari Scotland dapati dijadikan sebagai contoh lagi. Karena selain breed tersebut, muncul / dikembangkan pula : West Highland Terrier, The Skye Terrier, The Dandie Dinmont dan the Cairn Terrier. Breed-breed ini dapat ditelurusi secara genetic sampai ke asal mulanya genetic terrier, tetapi sekarang tetap diakui sebagai breed yang terpisah. Pengembangan breed yang berbeda ini membutukan puluhan tahun. Membutuhkan sekelompok orang yang ekstrim, data yang akurat dan rasa sayang yang sangat kepada anjing untuk dapat membentuk dan menjaga purebred.

Prosperity and Dog Ownership
Kemakmuran meningkat dalam peradaban manusia. Setelah kebutuhan dasar sudah terpenuhi, maka sekelompok orang dapat meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk mencapai tujuan yang lain. Begitu pula dengan anjing. Status anjing mulai berubah pada jaman Greeks mula-mula dan Romans. Anjing mulai muncul di art, Sculpture dan poems. Sifat setia mereka mulai di hargai. Dengan kata lain, anjing mulai menjadi binatang yang di pelihara untuk kesenangan.

Tentu saja, kesenangan pada masa lalu berbeda dengan sekarang. Dog Fights adalah event yang umum ditemui, kompetisi yang hanya baru mulai ditentang sekitar 100 tahun yang lalu. dibagian dunia yang lain, seperti The Far East, nasib dari anjing-anjing ini tergantung dari breednya. Pekingese adalah breed yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan, The Chow Chow digunakan untuk berburu dan Shar Pei digunakan untuk Dog Fighting. Breed yang lain nasibnya berakrhi di meja makan.

Pada abad pertengahan, orang-orang Europe mulai jatuh cinta dengan purebred dog, dan kemudian membred mereka untuk hunting, guarding dan companionship. The English mastiff dan Greyhound sebagai contoh, menjadi breed yang mempunyai standard dengan tujuan tertentu. Anjing yang berukuran lebih kecil digunakan sebagai sahabat bagi royal ladies / putrid-putri istana.

Dogs Today
Bahkan sampai sekarang, Breeds masih berubah. Seperti contoh, The English Cocker dibawa dari English to Amerika, tetapi orang-orang amerika memutuskan bahwa mereka menginginkan anjing yang berukuran lebih kecil tanpa instink berburu yang terlalu kuat. Dan melalui gen manipulation dan breeding, The American Cocker terbentuk dan dianggap sebagai bred yang berbeda dengan the English Cockers.

Best Regards,
Team DuniaAnjing.com
cs@duniaanjing.com
Yahoo ID : DuniaAnjing

Kamis, 31 Januari 2008

Badan Intelijen Negara Rusia itu...

---...negara yang kuat ditopang oleh badan Intelijen yangkuat dan tulus mengabdi untuk negara...---

KGB atau singkatan dari Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (bahasa Rusia: Комите́т Госуда́рственной Безопа́сности; bahasa Indonesia: Komisi Keamanan Negara), adalah nama badan intelijen Uni Soviet dari tanggal 13 Maret 1954 sampai tanggal 6 November 1991.

Lalu bagaimana sejarah KGB?

Cikal bakal KGB adalah sebuah komisi luar biasa Rusia untuk memberantas kontra revolusi dan sabotase yang dinamakan Tsjeka, yang didirikan pada Desember 1917 yang dikepalai oleh seorang Belarus, Felix Dzerzhinsky. Felix sendiri mengatakan bahwa Tsjeka bukanlah pengadilan namun harus membela revolusi dan menghancurkan musuh meskipun pedangnya tidak sengaja jatuh ke kepala orang yang tidak bersalah. Tsjeka berdiri ketika rakyat Rusia mulai tidak suka dengan kekuasaan Lenin dan kaum Bolsyevik-nya. Memiliki anggota sekitar 31000 personel dan tugasnya bertambah menjadi semacam sensor dan pemerang agama serta mendirikan kamp-kamp konsentrasi dan kamp-kamp kerja.
Lembaga Tsjeka dihapus ketika kaum Bolsyevik memenangi Perang saudara Rusia. Namun polisi politik tetap dipertahankan dan bernama GPOe (direktorat politik negara) dan menjadi bagian dari NVKD, komisariat Rakyat Dalam Negeri. Pada tahun 1923 namanya diubah menjadi OGPOe (Direktorat negara gabungan politik).
Felix Dzerzhinsky, pendiri Tsjeka akhirnya konflik dengan Josef Stalin (gambar di samping), Pengganti Lenin. Ia menyatakan tidak setuju dengan Stalin yang tampak memborong kekuasaan itu. Beberapa jam setelah Felix menyatakan keberatannya, ia meninggal karena "serangan jantung".
Pada masa stalin, inilah saat pembersihan dan "reformasi" dalam pemerintahan Soviet. Inilah saat teror yang tidak pandang bulu baik lawan politik, warga yang tidak bersalah, pejabat partai yang loyal , perwira tentara merah, kepala polisi dan bahkan polisi rahasia berjatuhan menjadi korban. Kepala NVKD, Genich Jagoda dan Nikolai Jezjov pun turut menjadi korban. Tercatat selama masa pembersihan, lima puluh juta orang Rusia tewas.
Pembantu utama Stalin yang juga merupakan kepala polisi rahasia adalah Lavrentia Beria, Kepala NKGB, nama baru polisi rahasia. Pada tahun 1945 NKGB berubah nama menjadi MGB (Kementerian Keamanan Negara). Lavrentia Beria menjadi anggota politbiro dan pengurus harian Uni Soviet. Namun Beria sendiri dianggap terlalu berpengaruh sehingga setelah meninggalnya Stalin, Lavrentia Beria ditangkap dengan tuduhan mata-mata Inggris dan dieksekusi pada akhir 1953. Dinas rahasia itu sendiri pada 13 Maret 1954 diganti menjadi KGB.

Bagaimana Cara Kerja KGB?

Pada prinsipnya, KGB merupakan "pedang dan perisai" partai komunis Uni Soviet. Fungsinya sebagai dinas penerangan dan menjaga agar partai dapat tetap terus berkuasa.

Menjadi anggota KGB adalah menjadi bagian elit dalam pemerintahan Uni Soviet. Anggotanya dipilih dengan cermat diantaranya dengan menulusuri Universitas dan Lembaga pendidikan tinggi lainnya. Keluarga pembantu KGB sendiri dapat mengajukan diri menjadi calon anggota. Bekerja untuk KGB ada manfaatnya, bergaji tinggi (lebih-lebih terhadap standar hidup Soviet pada masa itu), hidup lebih mewah, terkadang dikirim ke luar negeri dan termasuk orang yang dapat menerima informasi lebih di Uni Soviet. Semua ini merupakan imbalan bagi loyalitas yang tak tergoyahkan dan isolasi sosial yang dijalani oleh anggotanya, sebagai konsekuensi profesi.
KGB ditempatkan untuk hampir seluruh lapisan masyarakat dari tingkat bawah, personalia perusahaan, flat atau apartemen bahkan pejabat top hingga perwira tinggi. Selain 375 000 tenaga bayaran KGB, juga informan-informan yang melaporkan keadaan negara tetangga. Akibat dari banyaknya personel, banyak surat anonim dan laporan tak berguna, bahkan jatuh korban.
KGB memberi perhatian khusus pada kaum disiden yakni kaum intelektual pembangkang misalnya yang menuntut kebebasan berbicara dan mendirikan partai politik. Pada masa Yuri Andropov menjabat sebagai kepala KGB akhir 1970-an, KGB menumpas gerakan disiden terorganisasi. Banyak yang diusir keluar negeri, maupun dipenjaraiakn bertahun-tahun dalam kamp konsentrasi atau masuk rumah sakit jiwa terutama orang orang yang didiagnosis menderita "paranoid gila yang ingin mengubah masyarakat".
Untuk turis dan wisatawan bahkan pelajar dam karyawan asing yang berkunjung ke Uni Soviet, mereka harus melalui kantor wisata Inturis yang merupakan organisasi bagian KGB. Turis pada masa itu hanya boleh mengunjungi tempat-tempat tertentu agar mudah diawasi, juga diadakan pembatasan-pembatasan terhadap para pelajar dan karyawan asing agar tidak terlalu dekat dengan penduduk setempat. Meskipun demikian, KGB juga berusaha merekrut orang asing sebagai mata-mata khususnya kalangan diplomat dan cendekiawan.
Selain dinas rahasia, KGB juga merupakan dinas informasi atau penerangan. Caranya umumnya lazim dengan dinas dinas rahasia atau penerangan lainnya, mengumpulkan informasi dan menganalisa datai diantaranya baik dari foto satelit, alat penyadap, dan data-data komputer. Berbeda dengan CIA, KGB untuk memperoleh informasinya terutama dari negara-negara asing, lebih banyak memanfaatkan kubu diplomatik. Diperkirakan 70 % dari karyawan kedutaan besar Uni Soviet bekerja untuk KGB dan dinas rahasia, yang sebenarnya lazim atau "rahasia umum" dilakukan oleh setiap perwakilan baik setingkat kedutaan maupun konsulat setiap negara.
Bahkan maskapai penerbangan Aeroflot juga melakukan "tugas rahasia" dari KGB melalui para penerbang yang mengetahui sistem navigasi, kontrol dan pelabuhan udara di berbagai negara yang diterbangkannya. Pesawat komersial bisa saja dilengkapi dengan peralatan spionasi dan bahkan pesawat milik Aeroflotpernah secara "tidak sengaja" terbang di wilayah militer terlarang Amerika Serikat. Namun orang-orang Soviet sepertinya tahu bahwa pemerintah Barat tidak akan menembak jatuh pesawat yang tersesat. Berbeda dengan perlakuan terhadap pesawat Boeing 747 Korean Air milik Korea selatan yang ditembak jatuh AU Uni Soviet dengan pesawat Su-15 Flagon karena dikatakan melintasi wilayah udara terlarang Uni Soviet dikawasan Vladivostok dan Semenanjung Kamchatka, pada tahun 1983.
Meskipun di bagian luar negeri tercatat terdapat 25 000 agen dari 375 000 agen, strategi KGB rupanya mementingkan jumlah banyak. Dinas rahasia Barat sering merasa diawasi dengan banyaknya agen-agen Soviet sehingga jalan keluarnya adalah "mempersona non grata"-kan mereka (yang dicurigai sebagai agen Soviet).
Namun dibawah pimpinan Yuri Andropov (menjabat antara 1967-1981), cara kerja KGB yang dianggap "kasar" itu dibuat lebih halus. Mereka berusaha mengerti banyak tentang keadaan negara mereka tempat bertugas dan tidak ingin kelihatan mencolok. Bahkan untuk memulihkan citranya, KGB membuat semacam "007 Russia".

KGB pasca Uni Soviet Bagaimana...?

Setelah runtuhnya Uni Soviet, maka Rusia mengganti nama KGB menjadi FSB Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti. Secara fungsional dinas baru ini masih tetap sama dengan KGB.
Belarus adalah satu-satunya negara pasca Uni Soviet di mana dinas intelijen masih disebut KGB. Pendiri KGB, Felix Dzerzhinsky,lahir di Belarus dan di sana masih dianggap pahlawan nasional.
Vladimir Putin, pada tahun 2000 diangkat menjadi presiden Rusia, menggantikan Boris Yeltsin, pernah menjadi seorang agen KGB di Berlin, Jerman Timur, berdinas bersama dinas rahasia Jerman Timur, STASI. Sementara itu, Yuri Andropov, Presiden dan Sekjen Partai Komunis Uni Soviet, juga pernah menjabat sebagai kepala KGB.
Nama KGB oleh orang Rusia sendiri sering diplesetkan menjadi "Kontora Grubykh Banditov", yang artinya adalah "asosiasi bandit kasar."

dari:http://id.wikipedia.org/wiki/KGB

Rabu, 23 Januari 2008

Mungkin anda tertarik mengenai PKI...?


Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda.[1]

Pada Oktober 1915 ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars.

Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia.

Pada 1917 ISDV mengeluarkan penerbitannya sendiri dalam bahasa Melayu, "Soeara Merdika".

Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober seperti yang terjadi di Rusia harus diikuti di Indonesia. Kelompok ini berhasil mendapatkan pengikut di antara tentara-tentara dan pelaut Belanda yang ditempatkan di Hindia Belanda. Dibentuklah "Pengawal Merah" dan dalam waktu tiga bulan jumlah mereka telah mencapai 3.000 orang. Pada akhir 1917, para tentara dan pelaut itu memberontak di Surabaya, sebuah pangkalan angkatan laut utama di Indonesia saat itu, dan membentuk dewan soviet. Para penguasa kolonial menindas dewan-dewan soviet di Surabaya dan ISDV. Para pemimpin ISDV dikirim kembali ke Belanda, termasuk Sneevliet. Para pemimpin pemberontakan di kalangan militer Belanda dijatuhi hukuman penjara hingga 40 tahun.

ISDV terus melakukan kegiatannya, meskipun dengan cara bergerak di bawah tanah. Organisasi ini kemudian menerbitkan sebuah terbitan yang lain, Soeara Ra’jat. Setelah sejumlah kader Belanda dikeluarkan dengan paksa, ditambah dengan pekerjaan di kalangan Sarekat Islam, keanggotaan organisasi ini pun mulai berubah dari mayoritas warga Belanda menjadi mayoritas orang Indonesia. Pada 1919, ISDV hanya mempunyai 25 orang Belanda di antara anggotanya, dari jumlah keseluruhan kurang dari 400 orang anggota.

Pembentukan Partai Komunis

Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia. Semaun diangkat sebagai ketua partai.

PKH adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai ini pada kongresnya kedua Komunis Internasional pada 1920.

Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pemberontakan 1926

Pada November 1926 PKI memimpin pemberontakan melawan pemerintahan kolonial di Jawa Barat dan Sumatra Barat. PKI mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan dengan brutal oleh penguasa kolonial. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua.[2] Beberapa orang meninggal di dalam tahanan. Banyak aktivis politik non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintahan kolonial, dengan alasan menindas pemberontakan kaum komunis. Pada 1927 PKI dinyatakan terlarang oleh pemerintahan Belanda. Karena itu, PKI kemudian bergerak di bawah tanah.

Pada masa awal pelarangan ini, PKI berusaha untuk tidak menonjolkan diri, terutama karena banyak dari pemimpinnya yang dipenjarakan. Pada 1935 pemimpin PKI Musso kembali dari pembuangan di Moskwa, Uni Soviet, untuk menata kembali PKI dalam gerakannya di bawh tanah. Namun Musso hanya tinggal sebentar di Indonesia. Kini PKI bergerak dalam berbagai front, seperti misalnya Gerindo dan serikat-serikat buruh. Di Belanda, PKI mulai bergerak di antara mahasiswa-mahasiswa Indonesia di kalangan organisasi nasionalis, Perhimpoenan Indonesia , yang tak lama kemudian berada di dalam kontrol PKI.[3]

Setelah kemerdekaan: bangkit kembali

Setelah pemerintahan Jepang menyerah kalah kepada Tentara Sekutu pada 1945, PKI muncul kembali di panggung politik Indonesia dan ikut serta secara aktif dalam perjuangan untuk merebut kemerdekaan nasional. Banyak satuan-satuan bersenjata yang berada di bawah kontrol ataupun pengaruh PKI. Meskipun milisi-milisi PKI memainkan peranan penting dalam perlawanan terhadap Belanda, Soekarno khawatir bahwa semakin kuatnya pengaruh PKI akhirnya akan mengancam posisinya. Lain daripada itu, perkembangan PKI dirasakan sangat mengancam kelompok-kelompok kanan dalam dunia politik Indonesia, maupun Amerika Serikat.

Peristiwa Madiun 1948

Pada Februari 1948 PKI dan unsur-unsur kiri dari Partai Sosialis Indonesia membentuk sebuah front bersama, yaitu Front Demokratis Rakjat. Front ini tidak bertahan lama, namun unsur-unsur kiri Psi kemudian bergabung dengan PKI. Pada saat ini milisi-milisi Pesindo berada di bawah kontrol PKI.

Pada 11 Agustus 1948 Musso kembali ke Jakarta setelah mengembara selama 12 tahun di Uni Soviet. Politbiro PKI dibentuk kembali, dengan pemimpinnya antara lain Dipa Nusantara Aidit, M.H. Lukman dan Njoto.

Setelah penandatanganan Perjanjian Renville (1948), banyak satuan-satuan bersenjata republiken yang kembali dari daerah-daerah konflik. Hal ini memberikan rasa percaya diri di kalangan kelompok sayap kanan Indonesia bahwa mereka akan mampu menandingi PKI secara militer. Satuan-satuan gerilya dan milisi yang berada di bawah pengaruh PKI diperintahkan untuk membubarkan diri. Di Madiun, sekelompok militer yang dipengaruhi PKI yang menolak perintah perlucutan senjata tersebut dibunuh pada bulan September tahun yang sama. Pembunuhan ini menimbulkan pemberontakan bersenjata. Hal ini menimbulkan alasan untuk menekan PKI. Sumber-sumber militer menyatakan bahwa PKI telah memproklamasikan pembentukan “Republik Soviet Indonesia” pada 18 September 1948 dengan Musso sebagai presidennya dan Amir Sjarifuddin sebagai perdana menterinya. Pada saat yang sama PKI menyatakan menolak pemberontakan itu dan menyerukan agar masyarakat tetap tenang. Pemberontakan ini ditindas oleh pasukan-pasukan republik, dan PKI kembali mengalami masa penindasan. Pada 30 September Madiun berhasil dikuasai oleh pasukan-pasukan Republik dari Divisi Siliwangi. Beribu-ribu kader partai dibunuh dan 36.000 orang dipenjarakan. Di antara mereka yang dibunuh termasuk Musso yang dibunuh pada 31 Oktober dengan alasan bahwa ia berusaha melarikan diri dari penjara. Amir Sjarifuddin, tokoh Partai Sosialis Indonesia, pun dibunuh pada peristiwa berdarah ini. Aidit dan Lukman mengungsi ke Republik Rakyat Tiongkok. Namun PKI tidak dilarang dan terus berfungsi. Pada 1949 partai ini mulai dibangun kembali.

Bangkit kembali

Pada 1950, PKI memulai kembali kegiatan penerbitannya, dengan organ-organ utamanya yaitu Harian Rakjat dan Bintang Merah. Pada 1950-an, PKI mengambil posisi sebagai partai nasionalis di bawah pimpinan D.N. Aidit, dan mendukung kebijakan-kebijakan anti kolonialis dan anti Barat yang diambil oleh Presiden Soekarno. Adit dan kelompok di sekitarnya, termasuk pemimpin-pemimpin muda seperti Sudisman, Lukman, Njoto dan Sakirman, menguasai pimpinan partai pada 1951. Pada saat itu, tak satupun di antara mereka yang berusia lebih dari 30 tahun. Di bawah Aidit, PKI berkembang dengan sangat cepat, dari sekitar 3.000-5.000 anggota pada 1950, menjadi 165 000 pada 1954 dan bahkan 1,5 juta pada 1959. [4]

Pada Agustus 1951, PKI memimpin serangkaian pemogokan militan, yang diikuti oleh tindakan-tindakan tegas terhadap PKI di Medan dan Jakarta. Akibatnya, para pemimpin PKI kembali bergerak di bawah tanah untuk sementara waktu.

Pemilu 1955

Pada pemilu 1955, PKI menempati tempat keempat dengan 16% dari keseluruhan suara. Partai ini memperoleh 39 kursi (dari 257 kursi yang diperebutkan) dan 80 dari 514 kursi di Dewan Konstituante.

Perlawanan terhadap kontrol Belanda atas Papua merupakan masalah yang seringkali diangkat oleh PKI selama tahun 1950-an.

Pada Juli 1957, kantor PKI di Jakarta diserang dengan granat. Pada bulan yang sama PKI memperoleh banyak kemajuan dalam pemilihan-pemilihan di kota-kota. Pada September tahun yang sama, Masjumi secara terbuka menuntut supaya PKI dilarang.[5]

Pada 3 Desember, serikat-serikat buruh, yang pada umumnya berada di bawah pengaruh PKI, mulai menguasai perusahaan-perusahaan milik Belanda. Penguasaan ini merintis nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh asing. Perjuangan melawan para kapitalis asing memberikan PKI kesempatan untuk menampilkan diri sebagai sebuah partai nasional.

Pada Februari 1958 terjadi sebuah upaya kudeta yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan pro Amerika Serikat di kalangan militer dan politik sayap kanan. Para pemberontak, yang berbasis di Sumatra dan Sulawesi, mengumumkan pada 15 Februari terbentuknya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan yang disebut revolusioner ini segera menangkapi ribuan kader PKI di wilayah-wilayah yang berada di bawah kontrol mereka. PKI mendukung upaya-upaya Soekarno untuk memadamkan pemberontakan ini, termasuk pemberlakuan Undang-Undang Darurat. Pemberontakan ini pada akhirnya berhasil dipadamkan.

Pada 1959 militer berusaha menghalangi diselenggarakannya kongres PKI. Namun demikian, kongres ini berlangsung sesuai dengan jadwal, dan Presiden Soekarno sendiri menyampaikan sambutannya. Pada 1960, Soekarno melancarkan slogan Nasakom, yang merupakan singkatan dari Nasionalisme, Agama, dan Komunisme. Dengan demikian peranan PKI sebagai mitra dalam politik Soekarno dilembagakan. PKI membalasnya dengan menanggapi konsep Nasakom secara positif, dan melihatnya sebagai sebuah front bersatu yang multi-kelas.

Meskipun PKI mendukung Sukarno, ia tidak kehilangan otonomi politiknya. Pada Maret 1960, PKI mengecam penanganan anggaran yang tidak demokratis oleh Soekarno. Pada 8 Juli 1960, Harian Rakjat memuat sebuah artikel yang kritis terhadap pemerintah. Para pemimpin PKI ditangkap oleh militer, namun kemudian dibebaskan kembali atas perintah Soekarno.

Ketika gagasan tentang Malaysia berkembang, PKI maupun Partai Komunis Malaya menolaknya.

Dengan berkembangnya dukungan dan keanggotaan yang mencapai 3 juta orang pada 1965, PKI menjadi partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. Partai itu mempunyai basis yang kuat dalam sejumlah organisasi massa, seperti SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dan Himpunan Sarjana Indonesia (HSI). Menurut perkiraan, seluruh anggota partai dan organisasi-organisasi yang berada di bawah payungnya mungkin mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia.

Pada Maret 1962, PKI bergabung dengan pemerintah. Para pemimpin PKI, Aidit dan Njoto, diangkat menjadi menteri penasihat. Pada bulan April, PKI menyelenggarakan kongres partainya. Pada 1963, pemerintah Malaysia, Indonesia dan Filipina terlibat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan sebuah Konfederasi Maphilindo, sebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Filipina, Diosdado Macapagal. PKI menolak gagasan pembentukan Maphilindo dan federasi Malaysia. Para anggota PKI yang militan menyeberang masuk ke Malaysia dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan pasukan-pasukan Britania dan Australia. Sebagian kelompok berhasil mencapai Malaya, lalu bergabung dalam perjuangan di sana. Namun demikian, kebanyakan dari mereka ditangkap begitu tiba. Kebanyakan dari satuan-satuan tempur PKI aktif di wilayah perbatasan di Kalimantan.

Pada Januari 1954, PKI mulai menyita hak milik Britania kepunyaan perusahaan-perusahaan Britania di Indonesia.

Genosida

Dengan alasan 'keterlibatan PKI dalam G30S', partai ini dilarang oleh Pangkopkamtib Soeharto pada tanggal 12 Maret 1966, setelah mendapat Surat Perintah Sebelas Maret dari Presiden Soekarno.

Setelah itu bermula sebuah sejarah hitam bangsa Indonesia di mana ribuan orang tak bersalah -- terutama di pulau Jawa dan Bali -- dibantai secara sia-sia karena dituduh komunis.

Menurut beberapa sumber antara 500.000 jiwa sampai 2 juta jiwa tewas dibunuh. Ribuan lainnya mendekam di penjara atau dibuang ke pulau Buru.

Sebuah upaya rekonsiliasi dan rehabilitasi yang diprakarsai oleh (mantan) presiden Gus Dur, ketika ia masih menjabat sebagai presiden diprotes beberapa partai, terutama yang berlatar belakang agama di Indonesia. Usul rekonsiliasi oleh Gus Dur telah membuka kesempatan bagi orang-orang yang masih percaya pada ideologi berhaluan kiri untuk kembali aktif dalam politik Indonesia.dari:http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Komunis_Indonesia

Selasa, 22 Januari 2008

siapa Lenin...?

15 LENIN 1870-1924

Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Lahir di Simbirsk (kini ganti jadi Ulyanovsk untuk menghormatinya) pada tahun 1870. Ayahnya seorang pegawai negeri yang patuh tetapi kakaknya Alexander adalah seorang radikal yang dijatuhi hukuman mati karena ambil bagian dalam komplotan mau bunuh Tsar. Pada umur dua puluh tiga Lenin sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke Siberia.

Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia kawin dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia. Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Tatkala Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia dimana Lenin jadi anggota pecah jadi dua bagian, Lenin jadi pimpinan pecahan yang lebih besar, Bolsheviks.

Perang Dunia I membuka peluang besar buat Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917 dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin buru-buru pulang ke .Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan cepat dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis --walau sudah mendirikan pemerintahan sementara-- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik buat partai Komunis yang punya pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan biarpun anggotanya sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan mengguhngkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis. Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin menyembunyikan diri. Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru.

Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis. Ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.

Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 praktis Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoleum di Lapangan Merah hingga saat ini.

Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.

Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis, Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada masalah apa pun dalam hubungan perjuangan kelas dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya. Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan itu. Misalnya ucapannya: "Diktatur proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut."

Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.

Jelas bin jelas Komunisme adalah gerakan besar yang punya arti penting sejarah. Tidaklah jelas benar siapakah yang bisa dianggap paling berpengaruh dalam gerakan ini, Marx atau Lenin. Saya beranggapan Marx punya arti lebih pentirig karena dia mendahului dan mempengaruhi Lenin. Tetapi masih bisa dibantah anggapan ini karena kemampuan politik praktis Lenin merupakan faktor yang amat ruwet dalam hal mendirikan Komunisme di Rusia. Tanpa peranan Lenin, Komunis rasanya mesti menunggu bertahun-tahun untuk punya kesempatan memegang kekuasaan dan akan menghadapi perlawanan yang lebih terorganisir. Karena itu, bukan mustahil tidak bisa berhasil. Dalam hal memantapkan arti penting Lenin, orang jangan lupa betapa singkatnya masa kekuasaan dipegangnya. Juga, berdirinya diktatur proletariat di Uni Soviet lebih besar berkat Lenin ketimbang penggantinya, Stalin yang lebih keras.

Sepanjang hidupnya Lenin seorang pekerja keras dan tekun. Dia seorang yang kenamaan dan jumlah buku yang ditulisnya tak kurang dari 55 jilid. Dia mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan-tujuan revolusi, dan meskipun dia mencintai keluarganya, dia tak mau pekerjaannya terganggu. Ironisnya, biar dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi. diambil dari: http://media.isnet.org/



S